Nasabah Keluhkan Mobile Banking Tak Bisa Diakses, Ini Respons Bank Mandiri

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gedung Bank Mandiri, Jakarta.

    Gedung Bank Mandiri, Jakarta.

    TEMPO.CO, Jakarta - Manajemen PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. menanggapi keluhan sejumlah pengguna layanan mobile banking yang disampaikan sejak pagi tadi. Tak sedikit nasabah bank pelat merah itu mengaku kesulitan mengakses layanan mobile banking dan melayangkan sejumlah pertanyaan ke media sosial Twitter dengan me-mention @bankmandiri dan @mandiricare.

    Sekretaris Perusahaan Bank Mandiri Rully Setiawan menyebutkan pihaknya tengah melakukan proses restart aplikasi pada sistem Mandiri Online. Langkah yang dipastikan segera selesai dalam waktu dekat ini dilakukan agar bisa meningkatkan kualitas layanan dan tetap dapat melayani berbagai kebutuhan transaksional nasabah.

    "Atas hal itu, kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan," kata Rully seperti dikutip dari siaran pers, Jumat, 25 September 2020.

    Bagi nasabah yang masih belum bisa mengakses layanan Mandiri Online hingga kini, Rully menyarankan transaksi dilakukan melalui cara lain. "Untuk bertransaksi, nasabah dapat memanfaatkan layanan electronic channel kami yang lain seperti jaringan ATM atau SMS Banking," tuturnya.

    Sebelumnya dilaporkan banyak pengguna layanan mobile banking Bank Mandiri menumpahkan kekesalannya di media sosial Twitter karena tak bisa mengakses aplikasi tersebut sejak pagi hari ini. Mereka menanyakan hal tersebut dan me-mention @bankmandiri dan @mandiricare.

    Syahrizal Hafid Rozaqi dengan akun Twitter @Hafidrozaq , misalnya. "Halloo Mandiri Online apa sedang gangguan ya ? Tidak bisa akses di web maupun Apk Android @bankmandiri @mandiricare," seperti dikutip dari cuitannya, Jumat, 25 September 2020 pada sekitar pukul 08.25 WIB.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Antisipasi Penyebaran Wabah Covid-19 Saat Maulid Nabi

    Untuk menekan penyebaran wabah Covid-19, pemerintah berupaya mencegah kerumunan dalam setiap kegiatan di masyarakat, termasuk kegiatan keagamaan.