Kasus Covid-19 di Bodebek Melonjak, Luhut Ingatkan Jangan Ada Kluster Baru

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordiantor Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan Hari Kemerdekaan ke-75 RI kali ini diperingati dalam suasana yang berbeda. Musababnya, Indonesia tengah menghadapi cobaan yang berat karena wabah corona. Hal tersebut disampaikannya melalui video pendek yang diunggahnya di akun Instagram pribadinya. Instagram/@luhut.pandjaitan

    Menteri Koordiantor Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan Hari Kemerdekaan ke-75 RI kali ini diperingati dalam suasana yang berbeda. Musababnya, Indonesia tengah menghadapi cobaan yang berat karena wabah corona. Hal tersebut disampaikannya melalui video pendek yang diunggahnya di akun Instagram pribadinya. Instagram/@luhut.pandjaitan

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah mencatat kasus positif Covid-19 di DKI Jakarta pada periode 12-23 September 2020 menunjukkan tren pelambatan. Namun demikian, pada wilayah Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi yang merupakan wilayah penyangga Ibu Kota masih ada kenaikan selama seminggu terakhir.

    Juru bicara Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Jodi Mahardi mengatakan informasi tersebut terungkap dalam Rapat Koordinasi (Rakor) untuk Antisipasi Perkembangan Kasus Covid-19 di Jabodetabek secara virtual yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Maritim dan Investasi Luhut Pandjaitan pada Kamis, 24 September 2020.

    Menanggapi hal ini, lanjutnya, Luhut sebagai Wakil Ketua Komite Kebijakan Pengendalian Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional minta agar faktor kedisiplinan untuk menangani angka pertumbuhan Covid-19 terus ditegakkan. “Aktivitas warga DKI Jakarta yang karena PSBB pergi ke restoran atau ke kafe di wilayah Bodetabek, artinya perlu pengetatan protokol kesehatan disana untuk pengendalian Covid,” kata Jodi dalam keterangan tertulis, Kamis malam, 25 September 2020.

    Setelah 10 hari mengawal perkembangan penularan virus Covid-19, Jodi mengatakan bahwa Luhut ingin agar ada sinkronisasi kebijakan di seluruh Jabodetabek untuk mengendalikan penyebaran virus.

    “Pertama Pak Menko meminta ada pembatasan orang dalam suatu tempat. Ia mengimbau TNI, Polri, dan Satpol PP untuk senantiasa mengawasi kegiatan masyarakat terutama bila ada kerumunan,” ujar Jodi.

    Sejauh ini, pemerintah telah mengawasi aktivitas masyarakat di banyak tempat, terutama di pasar tradisional. Namun, menurutnya, Luhut mengarahkan TNI, Polri, dan Pol PP untuk memperhatikan pula kluster di perkantoran (K/L), perusahaan swasta, dan pemerintah daerah. “Jangan sampai ada yang membuat kluster baru,” tutur Jodi mengulang pernyataan Luhut.

    Saat ini, DKI Jakarta tengah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Data dari Dinas Kesehatan, kata Jodi, menunjukkan tingkat kasus harian dengan tren yang cenderung stabil.

    Dari tanggal 30 Agustus sampai 11 September, peningkatan kasus aktif di Jakarta adalah 49 persen, namun dari tanggal 12 September hingga tanggal 23 September peningkatan kasus aktif turun menjadi 12 persen. “Penularan masih meningkat, tapi melambat,” ujar Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang hadir dalam rakor virtual.

    Yang tidak kalah penting, Jodi mengungkapkan bahwa Menko Luhut meminta Kemenkes untuk menyediakan fasilitas tes bagi anggota Satpol PP yang menjalankan operasi penegakan disiplin kesehatan. Selain itu, menurutnya, Menko juga meminta Satgas Covid 19 untuk segera menyediakan fasilitas isolasi bagi anggota Satpol PP, TNI dan Polri yang bergejala ringan dan OTG.

    Di dalam kesempatan yang sama, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengungkapkan bahwa secara umum penanganan kasus COVID-19 di daerahnya semakin membaik. Tren positif itu berdasarkan penanganan sejak 14 September sampai dengan 20 September 2020. Dari 27 kabupaten/kota, ujar Ridwan, hanya ada tiga daerah masuk dalam zona merah yaitu Kota Bekasi, Kabupaten Karawang dan Kota Cirebon.

    “Sebelum ada koordinasi dari Pak Menko itu, di Jabar (tingkat kematian) 2,4 persen, sekarang di angka 1,88 persen. Recovery rate sebelumnya di angka 53 persen, sekarang sudah membaik menjadi 59 persen dan ini sudah membaik secara umum," ujar Ridwan Kamil.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Survei Indikator Politik: Masyarakat Makin Takut Menyatakan Pendapat

    Berdasarkan hasil survei, sebagian masyarakat saat ini merasa tidak aman untuk menyampaikan pendapat secara terbuka.