Jokowi Minta Pandemi Jadi Momentum Kebangkitan Ekonomi Desa

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo menyampaikan pidato untuk ditayangkan dalam Sidang Majelis Umum ke-75 PBB secara virtual di Istana Bogor, Jawa Barat, Rabu 23 September 2020. Dalam pidatonya Presiden Joko Widodo mengajak pemimpin dunia untuk bersatu dan bekerja sama dalam menghadapi pandemi COVID-19. ANTARA FOTO/HO/Setpres-Lukas

    Presiden Joko Widodo menyampaikan pidato untuk ditayangkan dalam Sidang Majelis Umum ke-75 PBB secara virtual di Istana Bogor, Jawa Barat, Rabu 23 September 2020. Dalam pidatonya Presiden Joko Widodo mengajak pemimpin dunia untuk bersatu dan bekerja sama dalam menghadapi pandemi COVID-19. ANTARA FOTO/HO/Setpres-Lukas

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi meminta agar momentum pandemi Covid-19 dapat menjadi momentum bagi peningkatan perekonomian di pedesaan. Dengan adanya krisis di perkotaan akibat wabah, Jokowi mengatakan peran ekonomi di pedesaan menjadi semakin vital.

    "Kita tahu pandemi bukan hanya menghantam seluruh masyarakat di perkotaan tetapi juga di pedesaan, dan ketika terjadi krisis ekonomi di perkotaan maka desa menjadi penyangga," kata Jokowi saat membuka rapat terbatas secara virtual, Kamis, 24 September 2020.

    Jokowi mengatakan bahwa pandemi ini merupakan momentum untuk meng-install ulang, memperbaiki, dan mereformasi strategi besar dalam transformasi ekonomi desa. Dalam jangka pendek, ia meminta agar semua skema program yang berkaitan dengan jaring perlindungan sosial, seperti Program Keluarga Harapan, Bansos tunai, hingga Bantuan Langsung Tunai (BLT) desa benar-benar berjalan.

    Namun secara lebih jauh, Jokowi mengatakan yang dilakukan selanjutnya adalah mengintegrasikan program penanggulangan kemiskinan dan dikonsolidasikan dengan peningkatan program ekonomi desa.

    "Saya minta semua kementerian jangan membuat program sendiri-sendiri yang lepas-lepas, tidak terintegrasi, tidak terpadu, sehingga, outcome, hasilnya tidak terlihat. Ini harus terintegrasi betul," kata Jokowi.

    Ia mencontohkan Kementerian Desa memastikan dana desa digunakan secara produktif, Kementerian PUPR menyediakan infrastruktur dasarnya, sementara Kementerian Perhubungan konektifitasnya, dan Kementerian Sosial di penanganan warga yang kurang mampu.

    "Saya kira banyak sekali yang bisa dilakukan, tapi kalo tidak terintegrasi lepas-lepas ini akan hasilnya tidak akan kelihatan. Oleh sebab itu semuanya dijalankan dalam strategi besar, solid dan terintegrasi," kata Jokowi.

    Selain itu, Jokowi juga meminta agar daya ungkit perekonomian di desa terus didongkrak. Desa ia minta harus mampu mengembangkan potensi desanya masing-masing. Ia mengingatkan dalam prosesnya, masyarakat desa harus ikut berpartisipasi dan diberikan ruang kreasi agar kebijakan yang dibuatnya tak hanya top down.

    "Saya kira kalau perkembangannya keliatan, ini yang harus difasilitasi, diberikan akses ke permodalan, teknologi, maupun di sisi skill atau keterampilan. Dan juga didorong kerjasama antar desa agar bisa masuk ke supply chain yang lebih luas, sehingga pelaku usaha di desa bisa upscaling," kata Jokowi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Belajar dari Lonjakan Kasus Covid-19 Pada Liburan Lalu

    Tak hendak mengulang lonjakan penambahan kasus Covid-19 akibat liburan 28 Oktober 2020 mendatang, pemerintah menerapkan beberapa strategi.