Mitigasi Dampak Pandemi Covid-19, Bambang Brodjo: Less Contact Economy

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menristek/Kepala BRIN Bambang Brodjonegoro saat memberikan keterangan di kantor Graha BNPB Jakarta, Senin 6 April 2020. (ANTARA/Humas BNPB)

    Menristek/Kepala BRIN Bambang Brodjonegoro saat memberikan keterangan di kantor Graha BNPB Jakarta, Senin 6 April 2020. (ANTARA/Humas BNPB)

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegoro memaparkan bahwa kementeriannya sudah mencari solusi untuk memitigasi dampak Covid-19 terhadap ekonomi Indonesia. "Kami menawarkan dari segi teknologi, pendekatan less contact economy atau ekonomi minim kontak," kata Bambang dalam siaran virtual Kick Off West Java Economic Society, Rabu, 23 September 2020.

    Ekonomi minim kontak, kata Bambang Brodjonegoro, merupakan gabungan antara masyakarat yang ingin kegiatan ekonomi berjalan, tetapi pada saat yang sama menerapkan protokol kesehatan ketat. Dengan begitu, ekonomi tetap produktif dan masyakat tetap sehat.  "Maka solusinya ekonomi minim kontak yang ditandai dengan hyper connectivity antar manusia, tapi tidak lagi secara fisik atau tatap muka, melainkan melalui teknologi informasi dan komunikasi," ujarnya.

    Selain itu, kata dia, transformasi digital juga harus dipercepat di masa pandemi. Dia menilai Indonesia sudah siap merealisasikan hyper connectivity melalui Teknologi Informasi dan Komunikasi.

    Hal itu dapat terlihat dari pemanfaatan e-commerce yang sudah dijalankan dimasyarakat selama ini, di mana sekarang banyak orang sudah terbiasa dengan belanja online. Demikian juga kegiatan logistik juga sudah menyesuaikan dengan less contact economy.

    "Mau tidak mau, pemerintah atau BI yg ingin mendukung kegiatan ekonomi masyarakat  harus bisa mengantisipasi pergeseran pola bisnis, pergeseran perilaku masyarakat," ujar Bambang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Traveling Virtual di Masa Pandemi Covid-19

    Dorongan untuk tetap berjalan-jalan dan bertamasya selama pandemi Covid-19 masih tinggi.