BEI Setujui Pencatatan Dua Surat Utang Pegadaian Rp 3,25 Triliun

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Nasabah mendatangi Kantor Pegadaian Pusat yang menerapkan jaga jarak untuk menghindari penularan virus corona, Jakarta, Senin, 20 April 2020. Harga emas yang mengalami kenaikan menjadi faktor pendorong nasabah untuk menggadaikan emasnya. Tempo/Tony Hartawan

    Nasabah mendatangi Kantor Pegadaian Pusat yang menerapkan jaga jarak untuk menghindari penularan virus corona, Jakarta, Senin, 20 April 2020. Harga emas yang mengalami kenaikan menjadi faktor pendorong nasabah untuk menggadaikan emasnya. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) pada hari ini menyetujui pencatatan dua surat utang yang diterbitkan PT Pegadaian (Persero). Dua surat utang itu adalah Obligasi Berkelanjutan IV Pegadaian Tahap III Tahun 2020 dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Pegadaian Tahap III Tahun 2020.

    Total nilai obligasi dan sukuk yang diterbitkan perusahaan pelat merah itu sebesar Rp 3,25 triliun. Rinciannya adalah Obligasi Tahap III yang diterbitkan mencapai Rp 2,42 triliun dan Sukuk Tahap III yang diterbitkan senilai Rp 835 miliar. 

    Seperti dikutip dari pengumuman BEI, untuk Obligasi Tahap III, ada dua seri yang dicatatkan di BEI, yaitu seri A dan seri B. Seri A bernilai Rp 1,29 triliun dengan tenor 370 hari dan memiliki tingkat bunga 5,5 persen per tahun.

    Kemudian seri B bernilai Rp 1,12 triliun, bertenor 3 tahun dengan tingkat bunga 6,45 persen. Seri B akan jatuh tempo pada 22 September 2023.

    Lebih lanjut, Sukuk Tahap III juga terdiri dari dua seri. Seri A bernilai Rp 704 miliar dengan tingkat bagi hasil 5,5 persen. Seri A memiliki tenor 370 hari.

    Adapun Sukuk Tahap III Seri B bernilai Rp 131 miliar dengan jangka waktu 3 tahun dan tingkat imbal hasil 6,45 persen.

    Obligasi Tahap III yang diterbitkan Pegadaian mendapat peringkat idAAA dari PT Pemeringkat Efek Indonesia. Adapun Sukuk Tahap III mendapat rating idAAA(sy).

    Direktur Utama Pegadaian Kuswiyoto sebelumnya menyatakan penerbitan surat utang itu untuk memperkuat modal perusahaan. Pegadaian telah menunjuk lima penjamin pelaksana emisi obligasi dan sukuk yaitu Bahana Sekuritas, BNI Sekuritas, Danareksa Sekuritas, Mandiri Sekuritas, dan Indo Premier Sekuritas. Sedangkan, Bank Mega akan bertindak sebagai wali amanat obligasi.

    BISNIS

    Baca: Garuda Tunda Kedatangan 4 Pesawat Airbus dan 49 Boeing Tahun ini


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Survei Indikator Politik: Masyarakat Makin Takut Menyatakan Pendapat

    Berdasarkan hasil survei, sebagian masyarakat saat ini merasa tidak aman untuk menyampaikan pendapat secara terbuka.