Bandingkan Penanganan Covid-19 di Cina, Luhut: Kadang Cost Demokrasi Kita Mahal

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan seusai menghadiri diskusi bertajuk 'Merajut Konektivitas Ibu Kota Negara' di Jakarta Pusat, Rabu, 26 Februari 2020. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan seusai menghadiri diskusi bertajuk 'Merajut Konektivitas Ibu Kota Negara' di Jakarta Pusat, Rabu, 26 Februari 2020. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan bicara panjang lebar soal penanganan kasus Covid-19 di Cina. Tak hanya dalam hal pemulihan ekonomi akibat perang dagang, Luhut menyebut Cina juga bisa cepat dalam menangani pandemi Covid-19.

    Menurut Luhut, salah satu kunci keberhasilan penanganan pandemi di negara tirai bambu itu karena faktor kedisiplinan. "Jadi sistem dia mungkin cocok buat mereka untuk begitu," kata Luhut dalam Luhut dalam kuliah umum Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia yang ditayangkan di akun youtube FEB UI pada Jumat malam, 18 September 2020.

    Jika Cina menerapkan sistem pemerintahan yang sentralistik, Indonesia menerapkan demokrasi. Luhut membandingkan masalah kedisiplinan di Tanah Air lewat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). "Nah sistem demokrasi kita ini kadang-kadang cost-nya juga mahal, kita juga perlu hati-hati melihat ini, kedisiplinan kita," kata dia.

    Luhut juga menyebut kadang-kadang masih ada yang suka melihat orang lain menderita, padahal dalam keadaan susah seperti ini. Caranya dengan menyebarkan berita-berita yang tidak benar.

    Tapi Luhut tidak menjelaskan apa dan siapa yang Ia maksud. Luhut juga belum menjelaskan tegas, apakah ia menilai kedisiplinan di Indonesia lebih susah karena sistem demokrasi, atau tidak.

    Berdasarkan data di laman resmi Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO, total kasus Covid-19 di seluruh dunia sudah mencapai lebih dari 30 juta per 18 September 2020. Indonesia berada di urutan ke-23 terbanyak dengan 232 ribu lebih kasus (Data Covid-19 Indonesia terbaru adalah 236.519 kasus).

    Sebaliknya, posisi Cina semakin menurun. Mereka saat ini berada di posisi ke-39 dengan total kasus 90 ribu, kurang dari setengah kasus di Indonesia. Tapi sejumlah pihak banyak meragukan klaim data Covid-19 Cina ini.

    Baca: Luhut ke Pentagon: RI Terlalu Besar untuk Berkiblat ke Kekuatan Mana pun


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    4 Cuitan Penyebab Polisi Mengira Syahganda Dalang Demo UU Cipta Kerja

    Polisi menangkap Syahganda Nainggolan sebagai dalang kerusuhan UU Cipta Kerja.