Pilpres AS Bakal Pengaruhi Global, Luhut Sebut Indonesia Pantau Trump vs Biden

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan pesan kepada warga muslim memasuki bulan suci Ramadan ini. Pesan yang disampaikan dalam video pendek ini diunggah di YouTube, Jumat dini hari, 24 April 2020. Youtube Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi RI

    Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan pesan kepada warga muslim memasuki bulan suci Ramadan ini. Pesan yang disampaikan dalam video pendek ini diunggah di YouTube, Jumat dini hari, 24 April 2020. Youtube Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi RI

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan pemerintah akan memantau proses Pemilu Presiden (Pilpres) Amerika Serikat pada 3 November 2020 mendatang. Hasil pemilu ini dinilai bakal mengubah lansekap politik di Amerika dan berpengaruh secara global.

    "Kami melihat itu," kata Luhut dalam kuliah umum Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia yang ditayangkan di akun YouTube FEB UI pada Jumat malam, 18 September 2020.

    Sejauh ini, dua kandidat yang akan bersaing di Pemilu Amerika adalah inkumben Donald Trump dari Partai Republik dan Joe Biden dari Partai Demokrat. Pemilu ini diwarnai dengan berlangsungnya perang dagang antara Amerika Serikat dan Cina.

    Di sisi lain, Luhut menyebut ekonomi yang semakin baik membuat Indonesia kian dihormati kedua negara. Sehingga, kepada Cina dan Amerika, Luhut mengatakan Indonesia terlalu besar untuk berpihak ke salah satu kekuatan. "Kami teman dari semua," ujarnya.

    Dalam paparannya, Luhut juga mengutip publikasi dari Center for Agricultural and Rural Development (CARD) Iowa State University, Amerika Serikat. Dalam publikasi itu, dijabarkan bagaimana Amerika dan Cina saling menerapkan tarif impor sejak 6 Juli 2018, setahun setelah Trump menjadi presiden Amerika.

    Pada 15 Januari 2020, tercapai kesepakatan dagang antara Amerika dan Cina fase pertama. Berikutnya, pada 14 Februari 2020, Amerika Serikat memangkas tarif impor dari 15 persen menjadi 7,5 persen.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Belajar dari Lonjakan Kasus Covid-19 Pada Liburan Lalu

    Tak hendak mengulang lonjakan penambahan kasus Covid-19 akibat liburan 28 Oktober 2020 mendatang, pemerintah menerapkan beberapa strategi.