Kumpulkan Gubernur, Luhut Evaluasi Penanganan Covid-19 di 4 Provinsi

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordiantor Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan Hari Kemerdekaan ke-75 RI kali ini diperingati dalam suasana yang berbeda. Musababnya, Indonesia tengah menghadapi cobaan yang berat karena wabah corona. Hal tersebut disampaikannya melalui video pendek yang diunggahnya di akun Instagram pribadinya. Instagram/@luhut.pandjaitan

    Menteri Koordiantor Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan Hari Kemerdekaan ke-75 RI kali ini diperingati dalam suasana yang berbeda. Musababnya, Indonesia tengah menghadapi cobaan yang berat karena wabah corona. Hal tersebut disampaikannya melalui video pendek yang diunggahnya di akun Instagram pribadinya. Instagram/@luhut.pandjaitan

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menggelar rapat virtual bersama Gubernur Sulawesi Selatan, Gubernur Kalimantan Selatan, Gubernur Bali, Gubernur Sumatera Utara, serta jajaran aparat di daerahnya.

    Rapat ini digelar sesuai dengan perintah Presiden Joko Widodo atau Jokowi kepada Luhut untuk fokus mengendalikan penularan Covid-19 di sembilan provinsi yang masuk ke dalam penyumbang terbanyak kasus Corona di Tanah Air. Dalam rapat tersebut, Luhut memantau upaya-upaya pencapaian target dan rencana operasi untuk menangani pandemi di daerah masing-masing.

    “Saya ingin penerapan disiplin protokol kesehatan untuk perubahan perilaku dipertegas pelaksanaannya, lalu harus ada penurunan penambahan kasus harian, peningkatan angka kesembuhan, penurunan angka kematian dan penurunan angka kematian per total populasi,” ujar dia dalam keterangan tertulis, Rabu, 16 September 2020.  

    Dalam rapat tersebut, Luhut meminta masing-masing kabupaten dan kota untuk memberikan data-data yang menunjukkan variabel jumlah kasus, kesembuhan, dan tingkat kematian. “Saya minta detail mengenai masing-masing kluster penyebaran yang diklasifikasikan menjadi beberapa sub kluster besar yaitu perkantoran, keluarga, pasar, maupun titik-titik keramaian yang lain,” kata dia.

    Selain itu, Luhut meminta rencana operasi lapangan dari Polda dan Kodam untuk pengerahan anggota dalam penegakan disiplin protokol kesehatan di titik-titik keramaian. Lalu, pemerintah daerah diminta menjelaskan secara detail rencana pembangunan pusat-pusat karantina untuk isolasi pasien OTG (Orang tanpa Gejala) dan gejala ringan. “Ini penting untuk menghindari isolasi mandiri di rumah yang dapat menularkan penyakit kepada keluarga yang lain." 

    Pada kesempatan yang sama, Juru Bicara Menko Maves Jodi Mahardi mengungkapkan bahwa perlu upaya tegas untuk mengubah perilaku masyarakat agar mengikuti protokol kesehatan. "Karena kita melihat ada tren kenaikan di bulan September apabila dibanding bulan Agustus kendati jumlah kesembuhan juga naik,” ujarnya.

    Jodi menyebutkan bahwa langkah penanganan Covid-19 di bawah koordinasi Menko Marves ini dilakukan secara terintegrasi dan dipantau setiap hari. Secara detail, tugas Kodam adalah pembinaan teritorial sampai ke tingkat RT dengan pesan yang tegas tentang protokol kesehatan, isolasi kluster penularan Covid 19, pembubaran kerumunan setelah jam waktu tertentu, memberikan disiplin positif secara masif.

    “Untuk Polda dan jajarannya berkewajiban melakukan operasi yustisi dengan tegas terhadap protokol kesehatan hingga ke tingkat RT serta pembubaran kerumunan massa pada jam tertentu,” kata dia. 

    CAESAR AKBAR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pilkada 2020, Peta Calon Kepala Daerah yang Terjangkit Covid-19

    Sejumlah kepada daerah terjangkit Covid-19 saat tahapan Pilkada 2020 berlangsung. Calon Bupati Berau bahkan meninggal akibat wabah virus corona.