Saham BCA Terbanyak DiIepas Investor Asing, IHSG Ditutup Melemah jadi 5.058,48

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Karyawan mengamati layar pergerakan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis, 10 September 2020.  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun tajam sebesar lima persen pada level 4.892,87 atau turun 257,49 poin. ANTARA/Reno Esnir

    Karyawan mengamati layar pergerakan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis, 10 September 2020. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun tajam sebesar lima persen pada level 4.892,87 atau turun 257,49 poin. ANTARA/Reno Esnir

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks harga saham gabungan atau IHSG pada perdagangan hari ini, Rabu, 16 September 2020, ditutup melemah 0,83 persen atau 42,38 poin menjadi 5.058,48. Sepanjang hari, IHSG bergerak di rentang 5.051,75 - 5.117,28.

    Hingga akhir perdagangan, terpantau 140 saham menguat, 294 saham koreksi, dan 145 saham stagnan. Nilai transaksi sejumlah Rp 6,52 triliun, dengan net sell investor asing Rp 852,52 miliar.

    Adapun saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) menjadi yang paling banyak dilepas investor asing dengan net sell Rp 506,8 miliar. Saham BCA terkoreksi 1,88 persen atau 550 poin ke level Rp 28.750 per lembarnya.

    Pada akhir sesi Selasa kemarin, IHSG terkoreksi 1,18 persen atau 60,96 poin ke level 5.100.86. Saat itu investor asing paling banyak melepas saham BBCA dengan net sell Rp 564,9 miliar. Saham BBCA lalu anjlok 3,14 persen atau 950 poin ke level Rp 29.300 per lembar. 

    Sementara itu, bursa Asia kembali menutup perdagangan dengan hasil variatif seiring dengan sikap investor yang menanti kebijakan yang akan diterapkan oleh bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve (The Fed) dalam pertemuan bulanannya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pilkada 2020, Peta Calon Kepala Daerah yang Terjangkit Covid-19

    Sejumlah kepada daerah terjangkit Covid-19 saat tahapan Pilkada 2020 berlangsung. Calon Bupati Berau bahkan meninggal akibat wabah virus corona.