Luhut Ingin Produk UMKM Membanjiri Etalase Pusat Perbelanjaan

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordiantor Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan Hari Kemerdekaan ke-75 RI kali ini diperingati dalam suasana yang berbeda. Musababnya, Indonesia tengah menghadapi cobaan yang berat karena wabah corona. Hal tersebut disampaikannya melalui video pendek yang diunggahnya di akun Instagram pribadinya. Instagram/@luhut.pandjaitan

    Menteri Koordiantor Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan Hari Kemerdekaan ke-75 RI kali ini diperingati dalam suasana yang berbeda. Musababnya, Indonesia tengah menghadapi cobaan yang berat karena wabah corona. Hal tersebut disampaikannya melalui video pendek yang diunggahnya di akun Instagram pribadinya. Instagram/@luhut.pandjaitan

    Dari 17 sektor ekonomi kreatif, sebut Luhut, kriya menjadi penyumbang terbesar dalam hal ini. Adapun pada tahun 2018 subsektor kriya menyumbang US$ 874 juta terhadap PDB nasional, lalu naik 2,5 persen di tahun 2019 yakni sebesar US$ 892 juta.

    "Dengan total kontribusi 7,28 persen terhadap PDB di bawah Amerika Serikat, dan Korea Selatan," ucapnya.

    Dengan capaian tersebut, menurut Luhut belum cukup. Oleh karena itu, ia meminta hal tersebut harus terus ditingkatkan. Karena dengan potensi UMKM Indonesia sekitar 60 juta pelaku, kata Luhut, menjadi sangat mungkin untuk menjadi tambah besar. 

    Sehingga, dia mengajak agar masyarakat Indonesia terus mendorong gerakan konsumsi produk dalam negeri. "Oleh karena itu ada Bangga Buatan Indonesia harus kita dorong supaya semua pertumbuhannya jauh lebih besar dari itu," tuturnya.

    Baca lagi: Luhut Panjaitan Kaji Deregulasi Tarif Lego Jangkar


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Febri Diansyah dan Jumlah Mereka yang Pamit dari KPK 5 Tahun Terakhir

    Mantan Kepala Biro Humas KPK, Febri Diansyah, menyatakan telah mengajukan surat pengunduran diri. Selama 5 tahun terakhir, berapa pegawai yang pamit?