Manajemen Ungkap Penyebab Insentif Kartu Prakerja Terlambat Cair

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga mencari informasi tentang pendaftaran program Kartu Prakerja gelombang ketiga di Jakarta, Rabu, 29 April 2020. TEMPO/Subekti.

    Warga mencari informasi tentang pendaftaran program Kartu Prakerja gelombang ketiga di Jakarta, Rabu, 29 April 2020. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja Denni Purbasari mengungkap penyebab adanya keterlambatan dalam pencairan insentif kartu prakerja bagi penerima fasilitas yang telah menyelesaikan pelatihan.

    "Persoalannya itu misalnya akun sudah tidak aktif," ujar Denni dalam konferensi video, Selasa, 15 September 2020. Di samping itu, bisa saja Nomor Induk Kependudukannya berbeda dengan yang didaftarkan, maupun tidak ditemukan di Data Kependudukan dan Catatan Sipil.

    Di samping itu persoalan lainnya yang menyebabkan insentif Rp 600 ribu per orang per bulan itu terlambat cair adalah perubahan nomor telepon. Ia mengatakan nomor telepon saat mendaftar dan setelahnya harus tetap sama untuk dapat menerima insentif tersebut.

    Sebabnya, kata Denni, 80 persen penerima memilih untuk menerima insentif melalui uang elektronik dan bukan melalui rekening bank. Opsi tersebut mewajibkan penerima melakukan pentautan rekening dan e-KYC. "Solusinya, kami sudah siapkan cara untuk unlink dan merelink atau me-link-kan kembali," ujarnya.

    Selain itu, ia mengatakan jajarannya terus meningkatkan literasi digital dan literasi keuangan bagi penerima Kartu Prakerja. Sehingga, persoalan ini kedepannya dapat diselesaikan.

    Sebelumnya, Denni mengatakan sebanyak 1,2 juta pemegang Kartu Prakerja telah menerima insentif pasca pelatihan sebesar Rp 600 ribu per bulan. Adapun setiap peserta dialokasikan bakal mendapatkan insentif Rp 600 ribu selama empat bulan. "Nah ini sudah ada yang mendapat insentif sampai ke tahap keempat," ujar dia.

    Denni mengatakan kecepatan pencairan dana bantuan tersebut juga berkaitan dengan dengan data yang berada di PMO, platform pelatihan, hingga peserta. Ia mengatakan penyaluran insentif akan lancar apabila tidak ada persoalan teknis, misalnya perubahan nomor telepon, nomor induk kependudukan, dan lainnya.

    "Tiap hari kami melakukan pembayaran insentif untuk penerima kartu prakerja dengan kisaran 60-80 ribu orang per hari. Kami transfer ke rekening peserta," kata dia.

    Saat ini, total dana insentif yang telah disalurkan kepada peserta adalah sebesar Rp 1,6 triliun. Meskipun demikian, Denni mengatakan masing-masing peserta berada pada tahapan pemberian insentif uang berbeda-beda.

    "Ini ada yang baru Rp 600 ribu pertama, Rp 600 ribu kedua, jadi tunggu sajakarena menurut Permenko pun harus dijadwalkan tiap bulan, tidak bisa satu bulan dua kali. Ya ini perlu waktu agar semua orang dapat haknya yang Rp 600 ribu per bulan," ujar Denni.

    Manajemen Prakerja bakal menetapkan 800 ribu penerima Kartu Prakerja Gelombang 8 pada esok hari. Sebelum adanya batch 8, jumlah penerima kartu prakerja adalah sebanyak 3.880.918 orang. ari jumlah penerima yang sudah tercatat dalam SK tersebut, sebanyak 3,2 juta orang telah membeli pelatihan. Sebanyak 2 juta di antaranya sudah menyelesaikan pelatihan.

    CAESAR AKBAR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    KPU Tetapkan Aturan Baru Perihal Kampanye Pilkada Serentak 2020

    Pilkada Serentak 2020 tetap dilaksanakan pada 9 September pada tahun yang sama. Untuk menghadapi Covid-19, KPU tetapkan aturan terkait kampanye.