Rupiah Menguat Seiring Meredanya Kekhawatiran Pasar terhadap PSBB

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Karyawan bank mengitung uang 100 dolar amerika di Bank Mandiri Pusat, Jakarta, Selasa, 17 Maret 2020. Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa, semakin tertekan dampak wabah COVID-19. Rupiah ditutup melemah 240 poin atau 1,61 persen menjadi Rp15.173 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.933 per dolar AS. TEMPO/Tony Hartawan

    Karyawan bank mengitung uang 100 dolar amerika di Bank Mandiri Pusat, Jakarta, Selasa, 17 Maret 2020. Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa, semakin tertekan dampak wabah COVID-19. Rupiah ditutup melemah 240 poin atau 1,61 persen menjadi Rp15.173 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.933 per dolar AS. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa sore, 15 September 2020, berakhir menguat seiring meredanya kekhawatiran pasar terhadap kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta yang sudah dimulai kemarin.

    Rupiah ditutup menguat 35 poin atau 0,24 persen menjadi Rp 14.845 per dolar AS dari sebelumnya Rp 14.880 per dolar AS.

    "Pekan ini, pemberlakuan PSBB total di DKI Jakarta sudah dimulai dan ternyata tidak terlalu total. Padahal semula pasar begitu khawatir dengan implementasi PSBB di ibu kota, sehingga pelaku pasar kembali lega dan bekerja seperti biasanya serta kekhawatiran gerak roda ekonomi akan seret kembali sirna," kata Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi di Jakarta, Selasa.

    Dari domestik, sentimen lainnya yaitu Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat neraca perdagangan Indonesia pada Agustus 2020 mengalami surplus 2,33 miliar dolar AS, dengan nilai ekspor 13,16 miliar dolar AS dan impor 10,74 miliar dolar AS.

    Dari eksternal, perkembangan positif dari pengembangan vaksin Covid-19, membantu mengangkat persepsi pelaku pasar. Pasar juga terus memantau perkembangan tentang Brexit.

    Selain itu, investor menanti hasil pertemuan kebijakan bank sentral AS The Fed pada Rabu, serta pertemuan bank sentral Jepang dan Inggris pada Kamis.

    Secara khusus, pertemuan The Fed minggu ini akan menjadi yang pertama sejak Gubernur The Fed Jerome Powell mengumumkan pergeseran ke arah toleransi yang lebih besar terhadap inflasi dan secara efektif berjanji untuk mempertahankan suku bunga rendah lebih lama.

    Rupiah pada pagi hari dibuka menguat di posisi Rp 14.805 per dolar AS. Sepanjang hari, rupiah bergerak di kisaran Rp 14.805 per dolar AS hingga Rp 14.864 per dolar AS.

    Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Selasa menunjukkan, rupiah menguat menjadi Rp 14.870 per dolar AS dibanding hari sebelumnya di posisi Rp 14.974 per dolar AS.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Belajar dari Lonjakan Kasus Covid-19 Pada Liburan Lalu

    Tak hendak mengulang lonjakan penambahan kasus Covid-19 akibat liburan 28 Oktober 2020 mendatang, pemerintah menerapkan beberapa strategi.