Warga Korsel Cerita Dua Tahun Desak Uang Rp 500 Miliar Dikembalikan Jiwasraya

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kantor Pusat Asuransi Jiwasraya. TEMPO/Tony Hartawan

    Kantor Pusat Asuransi Jiwasraya. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Puluhan warga negara asing asal Korea Selatan yang menempatkan dana di PT Asuransi Jiwasraya (Persero) kemarin berdemo di Hana Bank. Menurut mereka, Jiwasraya sudah menipu nasabah karena di awal perusahaan menjamin dana tersebut tidak akan bermasalah.

    Salah satu warga negara Korea Selatan itu, Lee Hea Kyung, mengatakan para nasabah ini awalnya ditawari produk asuransi sekaligus investasi dengan iming-iming sudah dijamin pemerintah. Ia membeli produk itu dari PT Bank KEB Hana yang merupakan agen penjual JS Saving Plan yang kemudian disebut sebagai produk deposito.

    "Deposito di Jiwasraya ini lebih bagus, aman, dan ini milik pemerintah," kata Lee Hea Kyung, menirukan ucapan pihak Hana Bank kala itu, kepada Tempo di Gedung Hana Bank lantai II, Jalan Gatot Subroto, Semanggi, Jakarta Selatan, Jumat, 11 September 2020.

    Lee Hea Kyung, koordinator demonstrasi itu menuturkan setelah mendengar tawaran tersebut ia langsung berinvestasi. Menurut dia, total ada Rp 500-an miliar yang diinvestasikan orang Korea Selatan di Jiwasraya melalui Hana Bank. Angka tersebut berasal dari total hitungan dana 474 warga negara ginseng itu sebagai korban gagal bayar Jiwasraya.

    "Sampai dua tahun ini enggak ada kejelasan, hanya disuruh tunggu. Sampai sekarang tidak ada audiensi," ucap Lee Hea Kyung. Ia sendiri mulai berinvestasi di perusahaan asuransi ini sejak 2012 silam.

    Saat itu, dia mengaku bahwa Hana Bank meminta warga Korea Selatan ini mendepositokan uang ke Jiwasraya dengan alasan bagus dan tanpa pajak. "Mereka bilang tabungannya bagus, tanpa pajak. Padahal bunganya tidak jauh beda dengan yang biasa. Bedanya 1-2 persen saja," ujar Lee Hea Kyung. 

    Para demonstran mengaku tuntutan pengembalian uang ini tidak pernah direspons. Hana Bank disebut tidak bertanggung jawab bagi pemegang polis ini. "Kita tidak tahu Jiwasraya, BUMN (Badan Usaha Milik Negara), pemerintah, kita hanya tahu Hana Bank," tutur perempuan itu.

    Lee Hea Kyung bersama puluhan korban Jiwasraya ini mendatangi Hanna Bank dengan membentangkan poster bertulis "Hana Bank Out No Menipu Nasabah Demi Keuntungan". Mereka datang pukul 12.00 yang sempat mendapat penolakan petugas keamanan sebelum akhirnya diterima oleh manajemen bank.

    IHSAN RELIUBUN | RR ARIYANI

    Baca: Hanson Pailit, Kementerian BUMN Pastikan Tak Ganggu Polis Jiwasraya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    KPU Tetapkan Aturan Baru Perihal Kampanye Pilkada Serentak 2020

    Pilkada Serentak 2020 tetap dilaksanakan pada 9 September pada tahun yang sama. Untuk menghadapi Covid-19, KPU tetapkan aturan terkait kampanye.