Pulsa Gratis bagi Dosen dan Pelajar, Erick Thohir: Diluncurkan Akhir September

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri BUMN Erick Thohir saat memimpin pembagian 5 juta masker gratis di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis, 10 September 2020. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    Menteri BUMN Erick Thohir saat memimpin pembagian 5 juta masker gratis di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis, 10 September 2020. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri BUMN sekaligus Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Erick Thohir menyatakan, bantuan subsidi pulsa dari pemerintah akan disalurkan akhir bulan September 2020. Adapun, pulsa gratis tersebut ditujukan kepada guru, dosen dan mahasiswa yang melaksanakan belajar mengajar secara daring.

    "Tadi ada subsidi pulsa juga sudah saya cek, nanti ada yang jauh lebih besar ketika Kemendikbud luncurkan bantuan pulsa untuk mahasiswa dan dosen, itu akan diluncurkan akhir bulan ini (September)," kata Erick kata Erick dalam Dies Natalis 63 Tahun Universitas Padjajaran (UNPAD) secara virtual, Jumat, 11 November 2020.

    Sebagai informasi, subsidi pulsa dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) diberikan kepada mahasiswa, dosen, peserta didik dan para guru. Mereka akan menerima subsidi pulsa dengan jumlah masing-masing berbeda selama 4 bulan berturut-turut, yakni September hingga Desember 2020.

    Pemutakhiran data penerima bantuan diperpanjang hingga 11 September 2020. Dari semula pada akhir Agustus 2020.

    Pemerintah merencanakan memberi bantuan pulsa bagi pengajar dan pelajar untuk mendukung program Pembelajaran Jarak Jauh di tengah pandemi Covid-19. Program ini rencananya akan menggandeng PT Telkom.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hati-hati, Ada 5 Tempat Rawan Penularan Virus Corona di Kantor

    Penelitian mengumpulkan daftar lima titik risiko penyebaran Covid-19 di kantor. Sejumlah titik penularan virus corona sering kita abaikan.