Teken Perjanjian Utang Sindikasi, PT SMI Dapatkan Pinjaman Rp 10,26 T

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gambar udara Waduk Sunter, Jakarta, Rabu, 29 Juli 2020. Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta mengusulkan anggaran Rp 200 miliar untuk pembangunan lima waduk dari dana pinjaman daerah Rp 12,5 triliun dari PT Sarana Multi Infrastruktur. TEMPO/Subekti.

    Gambar udara Waduk Sunter, Jakarta, Rabu, 29 Juli 2020. Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta mengusulkan anggaran Rp 200 miliar untuk pembangunan lima waduk dari dana pinjaman daerah Rp 12,5 triliun dari PT Sarana Multi Infrastruktur. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Sarana Multi Infrakstruktur (Persero) | SMI hari ini menandatangani perjanjian fasilitas utang sindikasi sebesar USD 700 juta atau Rp. 10,26 triliun. Fasilitas pinjaman tersebut didapat dari mitra perbankan Indonesia, Hong Kong, Singapura, Jepang, Korea Selatan, dan Taiwan.

    Penandatanganan perjanjian tersebut dihadiri oleh Direktur Utama PT SMI, Edwin Syahruzad bersama beberapa perwakilan Mandated Arrangers and Bookrunners (MLAB)
    di Hotel Kempinski Jakarta, Kamis 10 September 2020.

    "Kami mengapresiasi kepercayaan yang diberikan mitra perbankan asing dan semua pihak yang bekerja untuk terlaksananya perjanjian sindikasi yang pernah dibukukan oleh institusi ini," sebut Edwin dalam keterangan tertulisnya, Kamis. 

    PT SMI menargetkan pinjaman awal sebesar US$ 500 juta dengan opsi greenshoe sebesar US$ 200 juta. Dengan begitu, PT SMI berhasil mendapatkan utang sindikasi sebesar US$ 700 juta di tengah lemahnya perekonomian Indonesia yang disebabkan oleh pandemi Covid-19.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    OTT Bupati Kolaka Timur, Simak Fakta Penangkapan dan Profil Andi Merya

    Bupati Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, Andi Merya Nur, ditangkap KPK dalam OTT. Ia diduga menerima suap yang berhubungan dengan dana hibah BNPB.