PSBB Total Saat Daya Tahan Bisnis Terbatas, Ekonom: Hati-hati

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aviliani. TEMPO/ Arnold Simanjuntak

    Aviliani. TEMPO/ Arnold Simanjuntak

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bakal memberlakukan lagi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) total atau penuh mulai Senin, 14 September 2020. Menanggapi rencana ini, ekonom Aviliani menilai pemerintah harus mewaspadai kondisi sejumlah perusahaan untuk menghadapi PSBB Jakarta jilid II ini. 

    "Hati-hati, karena daya tahannya terbatas," kata Aviliani dalam diskusi Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) DI Jakarta, Kamis, 10 September 2020.

    Lebih lanjut, selain kondisi perusahaan, Aviliani juga meminta pemerintah mewaspadai dampak PSBB ini kepada sektor usaha kecil menengah. Berkaca pada PSBB Maret 2020 saat awal pandemi, sektor ini benar-benar terkena imbas. Setelah PSBB dicabut, bisnis mereka juga belum sepenuhnya pulih.

    Aviliani kemudian mengutip hasil survei terbaru dari Danareksa Research Institute (DRI), yang menunjukkan bahwa penerapan tatanan normal baru (new normal) saat ini belum mendorong pemulihan ekonomi. Sebab, prioritas belanja masyarakat masih pada kebutuhan primer.

    Sebaliknya, konsumsi terhadap kebutuhan sekunder masih berkurang, kendati sudah ada pelonggaran PSBB. Rincian konsumsi barang yang berkurang berdasarkan survei DRI ini adalah sebagai berikut:

    1. Makan di luar: berkurang 84,69 persen
    2. Jalan-jalan: 80,1 persen
    3. Snack dan kopi: 64,73 persen
    4. Produk perawatan wajah: 36,14 persen
    5. Skincare: 21,93 persen
    6. produk perawatan pribadi: 12,18 persen


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pilkada 2020, Peta Calon Kepala Daerah yang Terjangkit Covid-19

    Sejumlah kepada daerah terjangkit Covid-19 saat tahapan Pilkada 2020 berlangsung. Calon Bupati Berau bahkan meninggal akibat wabah virus corona.