Bos Bahana: Akan Ada Perusahaan Asuransi Baru untuk Selesaikan Kasus Jiwasraya

Kantor Pusat Asuransi Jiwasraya. TEMPO/Tony Hartawan

TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah akan menyelesaikan kasus gagal bayar PT Asuransi Jiwasraya (Persero) dengan mekanisme restrukturisasi perusahaan pelat merah. Restrukturisasi dilakukan melalui pembentukan perusahaan asuransi baru, yakni IFG Life, di bawah naungan PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia sebagai perusahaan induk atau holding asuransi.

“Dari tiga opsi yang didiskusikan selama ini, kami putuskan opsi untuk menyelamatkan di Jiwasraya dilakukan lewat restrukturisasi, transfer, dan bail in,” ujar Direktur Utama Bahana Robertus Bilitea dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi V DPR, Rabu, 9 September 2020.

Robertus mengatakan restrukturisasi dipilih karena opsi ini memberikan perlindungan lebih besar kepada pemegang polis. Selain itu, potensi gugatan dan masalah hukum lainnya yang mungkin muncul di kemudian hari lebih kecil.

Mekanisme penyelesaian gagal bayar perusahaan asuransi negara telah disetujui pemerintah melalui Buku II Nota Keuangan RAPBN 2020. Untuk mewujudkan restrukturisasi, Bahana membutuhkan dana sekitar Rp 24,7 triliun.

Dana bersumber dari penyertaan modal negara (PMN) sebesar Rp triliun dan fund raising menggunakan anak usaha sebagai sumber pembayaran sebesar Rp 4,7 triliun. Pendanaan ini rencana dilakukan melalui divestasi saham Jiwasraya Putra yang digadang-gadang akan menghasilkan Rp 2 triliun. Seandainya divestasi tidak terwujud, Bahana akan mencari sumber lainnya.

Nantinya IFG Life akan menampung portofolio pemegang polis Jiwasraya. Restrukturisasi dilakukan secara bertahap dengan risiko pengurangan manfaat.

Adapun perusahaan asuransi baru itu pun akan menjamin produk asuransi yang sehat, peningkatan proteksi nasabah, dan berorientasi pada pasar. Market asuransi akan memanfaatkan eksosistem BUMN dan jaringan dari 1.100 agen yang dimigrasikan ke IFG Life.

Jiwasraya saat ini menanggung tunggakan klaim asuransi sekitar Rp 18 triliun dan solvabilitas negatif Rp 35,9 triliun. Saat ini, pemegang polis Jiwasraya berjumlah 4 juta.






Tumbal Korban Janji Cuan Wanaartha

16 jam lalu

Tumbal Korban Janji Cuan Wanaartha

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencabut izin usaha perusahaan asuransi Wanaartha Life alias, Senin, 5 Desember 2022.


Klaim Asuransi Jasa Raharja Naik 24 Persen, Santunan Korban Meninggal Rp 2,37 T

22 jam lalu

Klaim Asuransi Jasa Raharja Naik 24 Persen, Santunan Korban Meninggal Rp 2,37 T

PT Jasa Raharja mencatat peningkatan pendapatan sebesar 8,11 persen pada kuartal III tahun 2022. Namun, beban klaim asuransi kecelakaan naik 24 persen.


Aturan PAYDI Baru Pertegas Komitmen Customer Centric Prudential Indonesia

2 hari lalu

Aturan PAYDI Baru Pertegas Komitmen Customer Centric Prudential Indonesia

Prudential Indonesia memandang aturan baru PAYDI sebagai penyempurnaan dari kebijakan yang telah berlaku.


OJK Akan Telusuri Aset dan Harta Pribadi Pemegang Saham Pengendali Wanaartha Life

2 hari lalu

OJK Akan Telusuri Aset dan Harta Pribadi Pemegang Saham Pengendali Wanaartha Life

OJK akan menelusuri aset para pemegang saham pengendali PT Asuransi Jiwa Adisarana atau Wanaartha Life. Termasuk harta pribadinya.


Peserta Wanaartha Life Tercatat 100 Ribu, OJK: Tim Likuidasi Akan Verifikasi

2 hari lalu

Peserta Wanaartha Life Tercatat 100 Ribu, OJK: Tim Likuidasi Akan Verifikasi

OJK mencatat ada 28 ribu pemegang polis asuransi Wanaartha Life. Tetapi karena ada yang terdaftar berkelompok, jadi total sekitar 100 ribu peserta.


Ini Janji Bos OJK Usai Cabut Izin Wanaartha Life

2 hari lalu

Ini Janji Bos OJK Usai Cabut Izin Wanaartha Life

OJK kemarin resmi mencabut izin usaha perusahaan asuransi jiwa PT Adisarana Wanaartha (Wanaartha Life). Apa yang selanjutnya akan dilakukan otoritas?


Setelah Cabut Izin Usaha Wanaartha Life, OJK Lakukan Ini untuk Melindungi Pemegang Polis

3 hari lalu

Setelah Cabut Izin Usaha Wanaartha Life, OJK Lakukan Ini untuk Melindungi Pemegang Polis

OJK mencabut izin usaha Wanaartha Life alias WAL pada Senin, 5 Desember 2022.


OJK Sebut Ada 1.631 Pengaduan dan 76 Laporan Konsumen dari Kasus Wanaartha Life

3 hari lalu

OJK Sebut Ada 1.631 Pengaduan dan 76 Laporan Konsumen dari Kasus Wanaartha Life

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menanggapi 1.631 pengaduan dan 76 laporan konsumen ihwal perkara perusahaan asurani Wanaartha Life.


Izin Usaha Asuransi Wanaartha Life Dicabut, Bagaimana dengan Bumiputera?

3 hari lalu

Izin Usaha Asuransi Wanaartha Life Dicabut, Bagaimana dengan Bumiputera?

OJK menyinggung perusahaan asuransi Bumiputera pasca mengumumkan pencabutan izin usaha perusahaan asuransi Wanaartha


Sederet Kewajiban Wanaartha Pasca Izin Dicabut OJK: Gelar RUPS hingga Bentuk Tim Likuidasi

3 hari lalu

Sederet Kewajiban Wanaartha Pasca Izin Dicabut OJK: Gelar RUPS hingga Bentuk Tim Likuidasi

Perusahaan jasa asuransi jiwa PT Adisarana Wanaartha atau Wanaartha Life dilarang melakukan kegiatan usaha di bidang asuransi jiwa lagi.