Rizal Ramli Blak-blakan Ungkap Masalah Beras Saat Jadi Menteri

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rizal Ramli. TEMPO/Subekti

    Rizal Ramli. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Ekonom Rizal Ramli membeberkan masalah pangan, khususnya beras, saat ia menjabat sebagai Menteri Koordiantor Bidang Perekonomian. Rizal mengatakan selalu ada persepsi berbeda antara Kementerian Pertanian dan Kementerian Perdagangan.

    “Dari zaman saya jadi Meko, selalu ada dua pendapat. Pertama, produksi pangan mencukupi karena seluruh performa Kementerian Pertanian tergantung pada produksi,” ujar Rizal dalam diskusi virtual Political and Public Policy Studies (P3S), Senin, 7 September 2020.

    Sedangkan pendapat kedua berasal dari Kementerian Perdagangan. Menurut Rizal, Kemendag dan Perum Bulog acap memandang stok beras kurang agar negara bisa membuka keran impor.

    Padahal kenyataannya, ujar Rizal, kecukupan pasokan beras selalu berada di tengah-tengah. Artinya, stok yang ada tak sesuai dengan data kedua-instansi. Karena itulah data antar-kementerian kerap tak sinkron.

    Lebih lanjut, Rizal mengatakan saat ini Indonesia harus mulai mengeluarkan kebijakan terkait ketahanan pangan. Apalagi beberapa negara eksportir beras, seperti Thailand dan Vietnam, sudah berhati-hati mengeluarkan cadangannya untuk mengantisipasi seumpama sewaktu-waktu terjadi krisis pangan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ini Daftar Lengkap Hari Libur Nasional dan Catatan Tentang Cuti Bersama 2022

    Sebanyak 16 hari libur nasional telah ditetapkan oleh pemerintah. Sedangkan untuk cuti bersama dan pergesera libur akan disesuaikan dengan kondisi.