Sebut Resesi Akan Terjadi, Sri Mulyani: Kontraksi di Kuartal III Lebih Kecil

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sri Mulyani tiba di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin 22 Oktober 2019. Presiden Joko Widodo atau Jokowi kembali menunjuk Sri Mulyani Indrawati sebagai menjabat Menteri Keuangan periode 2019 - 2024. TEMPO/Subekti.

    Sri Mulyani tiba di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin 22 Oktober 2019. Presiden Joko Widodo atau Jokowi kembali menunjuk Sri Mulyani Indrawati sebagai menjabat Menteri Keuangan periode 2019 - 2024. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan jika secara teknikal pada kuartal ke III pertumbuhan ekonomi ada di zona negatif atau minus, maka resesi ekonomi Indonesia itu akan terjadi.

    "Namun itu bukan berarti bahwa kondisinya sangat buruk, karena kita lihat kontraksinya lebih kecil (dibanding kuartal II) ," kata Sri Mulyani di Gedung DPR Jakarta, Senin, 7 September 2020.

    Selain itu, dia juga mengatakan saat ini sudah ada pemulihan di bidang konsumsi, investasi, melalui dukungan belanja pemerintah yang terakselerasi cepat. Kinerja ekspor juga sudah mulai meningkat satu dua bulan terakhir ini.

    Dia memperkirakan di kuartal III pertumbuhan ekonomi bisa mencapai 0 persen sampai negatif 2 persen. Terkait hal itu, menurut Sri Mulyani, belanja pemerintah membaik, tapi konsumsi dan investasi belum bisa di zona positif akibat aktifitas masyarakat masih belum normal.

    "Dengan adanya pembatasan-pembatasan ini adanya kekhawatiran kenaikan jumlah positif setiap hari, maka kita harus hati-hati," ujarnya.

    Kendati begitu, dia berharap pertumbuhan ekonomi kuartal III lebih baik dari kuartal II yang minus 5,3 persen. Indonesia juga diklaim lebih baik dibanding negara lain yang terkontraksi sangat dalam. "Kita di minus 5,3 persen, negara lain ada yang minus 17 hingga 20 persen," kata dia.

    Dia mengatakan pemerintah akan terus terus berusaha mempercepat realisasi belanja pemerintah dan program-program pemulihan ekonomi, sehingga konsumsi masyarakat dan investasi bisa secara bertahap pulih, serta ekspor terdorong. "Ini akan terus kami jaga sampai kuartal ke IV," ujar dia.

    Baca: Pengusaha: Resesi Tak Bisa Dihindari, Asal Jangan Krisis Ekonomi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berjemur dan Dampak Positifnya Bagi Mata

    Mata merupakan jendela dunia. Penggunaan gawai yang berlebihan bisa berbahaya. Oleh karena itu kita harus merawatnya dengan memperhatikan banyak hal.