145 TKA Cina Masuk Lagi ke Bintan Kepulauan Riau

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.CO, Jakarta - Sebanyak 450 orang tenaga kerja asing asal Cina atau TKA Cina bekerja di Kawasan Ekonomi Khusus Galang Batang, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau yang dikelola PT Bintan Alumina Indonesia (BAI).

    "Pada Sabtu ada lagi 145 pekerja dari Cina masuk ke perusahaan kami sehingga menjadi sekitar 450 orang. Sama seperti pekerja asing lainnya, mereka menaati protokol kesehatan," kata Direktur Utama PT BAI, Santoni di Bintan, Minggu, 6 September 2020.

    Kondisi sekarang, ujarnya, jauh lebih kondusif dibanding sebelumnya ketika tenaga kerja asing asal Cina bekerja di lokasi PT BAI. Masyarakat sudah memahami bahwa para pekerja asing itu hanya sementara bekerja di perusahaan yang berstatus sebagai penanaman modal asing tersebut.

    Para pekerja asal Cina itu memiliki keahlian di berbagai bidang untuk membangun PLTU dan smelter di Galang Batang. Pembangunan PLTU di lokasi perusahaan ditargetkan selesai pada November 2020, sedangkan pembangunan "smelter" pada Januari 2021 sudah beroperasi. "Tanpa pekerja dari Cina tersebut, proses pembangunan terganggu," ucapnya.

    Santoni menegaskan pekerja lokal diprioritaskan untuk bekerja di PT BAI. Saat ini sekitar 3 ribu pekerja dari Bintan dan daerah lainnya di Indonesia bekerja di perusahaan tersebut.

    Komitmen untuk mengutamakan warga Bintan bekerja di PT BAI juga dituangkan dalam nota kesepakatan dengan Bupati Bintan Apri Sujadi. "Paling banyak warga Bintan yang bekerja di perusahaan kami," ucapnya.

    Santoni menegaskan perusahaan yang dipimpinnya tetap menaati ketentuan yang berlaku dalam menjalankan kegiatan, termasuk mempekerjakan warga asing.

    "Kami tidak mungkin main-main karena perusahaan ini menanamkan modal di Bintan sebesar Rp 20 triliun. Jadi kami taati aturan agar seluruh kegiatan berjalan lancar," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Macam Batal Puasa

    Ada beberapa macam bentuk batalnya puasa di bulan Ramadan sekaligus konsekuensi yang harus dijalankan pelakunya.