Bandara YIA Dibangun, Pertumbuhan Ekonomi Kulon Progo Melonjak jadi 11,3 Persen

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo meresmikan Bandara YIA di Kulon Progo Yogyakarta, Jumat 28 Agustus 2020. Dokumentasi Sekretariat Presiden

    Presiden Joko Widodo meresmikan Bandara YIA di Kulon Progo Yogyakarta, Jumat 28 Agustus 2020. Dokumentasi Sekretariat Presiden

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebelum tahun 2018, pertumbuhan ekonomi di Kulon Progo hanya berkisar 4-5,2 persen. Namun dengan adanya Bandara Internasional Yogyakarta atau Bandara YIA, ekonomi di wilayah tersebut melonjak hingga 11,3 persen, bahkan melampaui DI Yogyakarta yang hanya 7 persen. 

    Hal tersebut disampaikan oleh Bupati Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarya, Sutedjo usai peresmian YIA kemarin. Ia bahkan menyebutkan, berikutnya pada tahun 2019 pertumbuhan ekonomi di Kulon Progo mencapai 10,83 persen, dan pada masa pandemi Covid-19 ini ekonomi tetap tumbuh mengarah positif.

    Padahal, kata Sutedjo, Kabupaten Kulon Progo sebelumnya tercatat sebagai daerah angka kemiskinannya lebih tinggi dari lima kabupaten/kota di DIY. "Namun sejak 2018, Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) berkontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi di Kulon Progo yang berada di atas dua digit atau tertinggi di DIY," ucapnya, Sabtu, 29 Agustus 2020.

    Sutedjo menjelaskan, pada awalnya pemerintah pusat menetapkan Kabupaten Kulon Progo sebagai lokasi pembangunan Bandara Internasional Yogyakarta, banyak penolakan warga yang tidak merelakan lahannya untuk pembangunan bandara. Namun setelah dilihat dalam perkembangannya, banyak dampak positif yang didapat oleh masyarakat.

    Meski begitu, Pemkab Kulon Progo memiliki pekerjaan berat dalam mendorong masyarakat untuk memanfaatkan peluang usaha atas pengoperasian  Bandara Internasional Yogyakarta. Masyarakat harus mampu menangkap peluang adanya bandara untuk berusaha sesuai kemampuan dan potensi lokal.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Antisipasi Penyebaran Wabah Covid-19 Saat Maulid Nabi

    Untuk menekan penyebaran wabah Covid-19, pemerintah berupaya mencegah kerumunan dalam setiap kegiatan di masyarakat, termasuk kegiatan keagamaan.