Anies Baswedan Ingin Pesepeda Masuk ke Tol, Pengelola Tol: Tidak Membahayakan

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas Satuan Penegak Peraturan Daerah (Spedah) mengatur pesepeda yang melintas  di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Ahad, 26 Juli 2020. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Petugas Satuan Penegak Peraturan Daerah (Spedah) mengatur pesepeda yang melintas di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Ahad, 26 Juli 2020. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengelola Jalan Tol Lingkar Dalam Kota (Cawang-Tanjung Priok), PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP), mendukung langkah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang ingin memberi akses jalan bebas hambatan untuk pesepada. Chief Executive Officer (CEO) CMNP Fitria Yusuf menjelaskan, kebijakan itu tidak akan membahayakan pengguna jalan.

    “Ketika digunakan untuk sepeda, jalur akan dikhususkan untuk sepeda saja, tidak akan ada kendaraan bermotor yang lewat di jalur yang sama,” tutur Fitria saat dihubungi Tempo, Jumat, 28 Agustus 2020. Dengan cara itu, tidak akan membahayakan pesepeda.

    Pembukaan jalur tol bagi pesepeda akan memperhatikan protokol keamanan dan keselamatan pengguna jalan. CMNP juga memastikan tidak bakal merugi seandainya jalur ini ditutup sementara pada waktu-waktu tertentu.

    Bila ada kerugian, nilainya juga tidak signifikan dibandingkan dengan manfaat yang akan di rasakan oleh warga. Meski demikian, saat ini CMNP masih menunggu keputusan dari Kementrian PUPR dan Badan Pengelola Jalan Tol mengenai izin penggunaan lajur.

    Jika sudah diizinkan, PT Citra Marga Nusaphala akan siap mendukung karena tujuan Gubernur adalah memberi manfaat bagi warga Jakarta untuk menikmati sepeda di jalur yang aman dan nyaman. “Pada prinsipnya kami mendukung jika untuk kepentingan bersama dan orang banyak.”

    Anies Baswedan menyatakan pemerintah terus berupaya membangun lajur sepeda secara masif. Jalur yang sudah terbangun saat ini sepanjang 63 kilometer di 22 ruas jalan DKI Jakarta. Ada juga lajur sepeda sementara (pop-up bike lane) di sepanjang ruas Jalan MH Thamrin-Jenderal Sudirman sebagai pelaksanaan Peraturan Gubernur tentang PSBB transisi. 

    Volume pesepeda terus meningkat tiap pekan di pop-up bike lane, Pemerintah DKI Jakarta meminta adanya lajur tambahan dari tol. Merujuk data 20-26 Juli 2020, ada sebanyak 82.380 pesepeda dengan rata-rata kenaikan volume sejak pekan pertama hingga ketujuh sebesar 15 persen. 

    Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syarin Liputo mengatakan rencana penyiapan satu ruas jalan tol bagi jalur pesepeda itu, kata Syarin, telah disampaikan kepada Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

    Satu sisi tol Kebon Nanas sampai ke arah Tanjung Priok akan digunakan sebagai jalur sepeda. “Sementara untuk sepeda road bike,” kata Syafrin saat ditemui di Balai Kota pada Rabu, 26 Agustus 2020.

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, menurut Syafrin, tengah menyiapkan ruas jalan tol dalam kota yang membentang dari Kebon Nanas sampai dengan Tanjung Priok sepanjang 20 kilo meter sebagai jalur sepeda road bike atau sepeda balap.

    Dengan begitu, menurut Syafrin, ruas jalan tol sisi barat dari Kebon Nanas hingga Tanjung Priok bakal ditutup. Lalu, bakal ada traffic cone sebagai pembatas jalur sepeda sehingga tidak keluar ke jalan arteri atau bercampur dengan lalu lintas lainnya. 

    Untuk itu akan ada satu jalur yang ditutup. Diusulkan untuk Ahad saja, jam 06.00 sampai 09.00. “Tapi ini masih dalam pembahasan, kami masih menunggu persetujuan dari Pak Menteri (PUPR),” ujar Syafrin.

    FRANCISCA CHRISTY ROSANA | CAESAR AKBAR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Survei Indikator Politik: Masyarakat Makin Takut Menyatakan Pendapat

    Berdasarkan hasil survei, sebagian masyarakat saat ini merasa tidak aman untuk menyampaikan pendapat secara terbuka.