Sentimen Kerja Sama Vaksin, Bagaimana Prospek Saham Kimia Farma dan Indofarma?

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Karyawan melintas di depan layar pergerakan IHSG, Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin, 10 Juni 2019. Pasca libur Lebaran, perdagangan IHSG dibuka menguat 90,91 poin atau 1,4 persen ke 6.300,036, sementara pada sore harinya IHSG diutup di level 6.289,61. ANTARA/Sigid Kurniawan

    Karyawan melintas di depan layar pergerakan IHSG, Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin, 10 Juni 2019. Pasca libur Lebaran, perdagangan IHSG dibuka menguat 90,91 poin atau 1,4 persen ke 6.300,036, sementara pada sore harinya IHSG diutup di level 6.289,61. ANTARA/Sigid Kurniawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Saham dua emiten BUMN farmasi yakni PT Kimia Farma Tbk. (KAEF) dan PT Indofarma Tbk. (INAF) diperkirakan bakal jadi sorotan pada perdagangan hari ini. Hal tersebut tak lepas dari serangkaian kerja sama produksi vaksin Covid-19 yang dilakukan antara anak usaha PT Bio Farma (Persero) dengan sejumlah negara belakangan ini.

    Direktur TRX Garuda Berjangka Ibrahim memprediksi saham PT Kimia Farma Tbk. akan kinclong setelah emiten tersebut menjalin kerja sama vaksin Corona dengan perusahaan artificial intelligence asal Uni Emirat Arab, G42.

    Menurut Ibrahim, kerja sama ini merupakan langkah yang baik untuk memupuk kepercayaan investor terhadap perusahaan farmasi. “Pada fase pandemi, saham yang diidolakan oleh investor adalah saham yang berbasis teknologi dan kesehatan. Salah satunya Kimia Farma," katanya saat dihubungi, Ahad, 23 Agustus 2020. "Artinya, dengan adanya kerja sama, saham bertambah kinclong. Kemarin pun IHSG sudah melejit." 

    Ibrahim menyebut, setelah kerja sama Kimia Farma dan G42 diumumkan, Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Erick Thohir Sabtu, 22 Agustus lalu, ia meyakini perusahaan akan mendapatkan angin segar. “Akan berdampak positif terhadap pasar,” katanya.

    Momentum ini, menurut Ibrahim, juga merupakan waktu yang baik bagi calon investor untuk mulai melirik emiten farmasi. Sebab, tak hanya Kimia Farma, ia yakin situasi ini bakal berpengaruh ke perusahaan-perusahaan yang bergerak di sektor kesehatan lainnya.

    Meski saham-saham farmasi berpotensi terbang, ia mengatakan harga yang bergerak di pasar masih akan fluktuatif. “Tetap akan fluktuatif sampai diumumkan WHO secara global soal vaksin ini,” ucapnya. Musababnya, proses produksi hingga imunisasi vaksin pun membutuhkan waktu yang cukup panjang sehingga bisa mempengaruhi pergerakan saham.

    Kimia Farma dan G42 akan mengembangkan produk-produk vaksin, termasuk vaksin Covid-19. Perusahaan itu juga akan mengembangkan produk farmasi, layanan kesehatan, riset dan uji klinis, serta pemasaran dan distribusinya. Pada kuartal III 2021 mendatang, G42 berencana mengirimkan 10 juta dosis vaksin Covid-19 yang kini tengah menjalani uji klinis tahap III di Abu Dhabi.


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    DKI Tutup Sementara PTM 100 Persen di Sekolah yang Terpapar Covid-19

    Pemprov DKI Jakarta menutup sejumlah sekolah yang menggelar PTM 100 persen karena terpapar Covid-19. Namun sejumlah sekolah sudah kembali berkegiatan.