Dukung UMKM, Sri Mulyani Ajak Masyarakat Makan di Warteg

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (tengah) mengacungkan jempolnya saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu 19 Februari 2020. DPR menyetujui Menteri Keuangan mengenakan cukai terhadap produk plastik yang meliputi kantong plastik hingga minuman berpemanis dalam kemasan plastik atau kemasan kecil (sachet). ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (tengah) mengacungkan jempolnya saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu 19 Februari 2020. DPR menyetujui Menteri Keuangan mengenakan cukai terhadap produk plastik yang meliputi kantong plastik hingga minuman berpemanis dalam kemasan plastik atau kemasan kecil (sachet). ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

    TEMPO.CO, JakartaMenteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan peran semua orang penting dalam menggerakkan perekonomian di tengah pandemi ini. Menurut dia, perkara ekonomi ini tidak bisa hanya berekspektasi dan bergantung kepada peran pemerintah.

    Semua orang, menurut dia, bisa berkontribusi signifikan melalui pola pikir dan perilaku konstruktif. Apabila hal tersebut dilakukan oleh 260 juta penduduk Indonesia, ia yakin dampaknya akan sangat besar.

    "Banyak hal bisa dilakukan misalnya enggan membeli makanan di Warung Tegal dekat rumahmu atau membeli dari temanmu yang dulunya misalnya bekerja di hotel dan sekarang menjual makanan," ujar Sri Mulyani dalam konferensi video, Rabu, 19 Agustus 2020.

    Sri Mulyani mengatakan solidaritas sosial akan menciptakan ketahanan dan kekuatan bagi Indonesia dalam menghadapi pandemi Covid-19. Di sisi lain, oa mengatakan pemerintah pun akan menjalankan perannya dalam mendukung ekonomi, khususnya usaha mikro, kecil, dan menengah yang jumlahnya mencapai 64 juta pelaku usaha.

    Sri Mulyani mengatakan UMKM berperan penting dalam fungsi jaring pengaman sosial di masyarakat. Mengingat itu berkaitan dengan penciptaan pekerjaan dan ketahanan ekonomi. Karena itu, saat ini pemerintah pun telah memberikan banyak dukungan.

    "Misalnya pajak yang sudah dibebaskan, lalu adanya relaksasi pokok pinjaman, subsidi bunga, dan memberikan bantuan untuk pengusaha ultra mikro, juga penjaminan modal kerja," ujar dia. Pemerintah juga memberikan dukungan pada sektor padat karya dan menggulirkan program yang mempromosikan agar masyarakat membeli produk lokal.

    Survei Bank Indonesia yang dipublikasikan Juni lalu menyimpulkan sektor yang paling terkena dampak pandemi adalah UMKM. Sebanyak 72 persen pelaku UMKM mengalami penurunan penjualan hingga masalah permodalan.

    Adapun data Kementerian Koperasi dan UKM menyebut saat ini jumlah UMKM di Indonesia mencapai 64 juta unit usaha atau 99 persen dari total unit usaha di dalam negeri.

    Baca juga: Cegah Stres, Sri Mulyani Baca Buku Agama hingga Nyanyi Lagu Didi Kempot


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H