Minggu, 20 September 2020

Sri Mulyani Kembali Revisi Pertumbuhan Ekonomi 2020 Jadi -1,1 Persen

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Keuangan Sri Mulyani mengenakan masker saat rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin, 29 Juni 2020. Rapat kerja tersebut beragenda mendengarkan penjelasan tentang PMK No. 70/PMK.05/2020 tentang penempatan uang negara pada bank umum dalam rangka percepatan pemulihan ekonomi nasional. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Menteri Keuangan Sri Mulyani mengenakan masker saat rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin, 29 Juni 2020. Rapat kerja tersebut beragenda mendengarkan penjelasan tentang PMK No. 70/PMK.05/2020 tentang penempatan uang negara pada bank umum dalam rangka percepatan pemulihan ekonomi nasional. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani kembali merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi pada 2020. Akhir tahun nanti, ia memperkirakan pertumbuhan ekonomi berada di kisaran -1,1 persen dengan level optimistis 0,2 persen karena tekanan pandemi Covid-19 yang semakin dalam.

    "Agar bergeser ke arah negatif atau mendekati 0 karena tekanan di kuartal kedua sangat dalam," kata dia saat konferensi virtual pada Jumat, 14 Agustus 2020.

    Sebelumnya, Sri Mulyani memproyeksikan pertumbuhan ekonomi pada 2020 bertengger di level -0,4 persen hingga 2,3 persen. Revisi pertumbuhan ekonomi 2020 didorong menurunnya konsumsi rumah tangga yang diperkirakan bergerak minus di level -1,3 persen hingga 0 persen.

    "Kemudian, PMTB diperkirakan tumbuh minus -4,2 persen hingga -2,6 persen," katanya.

    Selain itu, pertumbuhan ekonomi juga didorong anjloknya kinerja ekspor yang diproyeksikan tumbuh -5,6 sampai -4,4 persen. Sedangkan impor diproyeksikan tumbuh -10,5 hingga -8,4 persen.

    Sementara itu, pertumbuhan ekonomi pada 2021 diproyeksikan tumbuh 5,5 persen. "Dengan ketidakpastian 2020, proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun depan kendati diperkirakan pulih masih akan bergantung pada penanganan serta penemuan dan ketersediaan vaksin," kata Sri Mulyani.

    FRANCISCA CHRISTY ROSANA

    Baca juga: Jokowi: Pertumbuhan Ekonomi 2021 Diprediksi 5,5 Persen, Kurs Rp 14.600 per USD


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    7 Manfaat Telur Ayam Kampung

    Sejumlah manfaat terlur ayam kampung dapat diperoleh oleh mereka yang mengkonsumsinya. Salah satunya, secara tak langsung menurunkan berat badan.