Pemerintah Segera Rampungkan Aturan Pajak dan Plat Khusus Mobil Listrik

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi berbincang dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat mengunjungi pabrik Hyundai Motor Company (HMC) di Kota Ulsan, Korea Selatan, Selasa, 26 November 2019. Dalam kunjungan tersebut, Jokowi turut didampingi Ibu Negara Iriana, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi. Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden

    Presiden Jokowi berbincang dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat mengunjungi pabrik Hyundai Motor Company (HMC) di Kota Ulsan, Korea Selatan, Selasa, 26 November 2019. Dalam kunjungan tersebut, Jokowi turut didampingi Ibu Negara Iriana, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi. Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden

    TEMPO.CO, JakartaPemerintah segera merampungkan aturan-aturan terkait dengan mobil listrik di Tanah Air. Hal ini berkaitan dengan Hyundai Motors yang direncanakan merampungkan pembangunan pabriknya di Indonesia pada tahun 2021.

    "Dalam pertemuan ini juga kami dari sisi pemangku kebijakan akan segera menyelesaikan peraturan terkait pajak dan rencana penggunaan plat khusus bagi mobil listrik seperti ini," ujar Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dalam akun @luhutpandjaitan, Kamis, 13 Agustus 2020.

    Pada hari ini, Luhut melihat langsung produk mobil listrik dari Hyundai Motors tersebut yang dipajang di halaman parkir kantornya. Ia sempat menanyakan kapan mobil tersebut bisa diproduksi di Tanah Air. Menjawab pertanyaan Luhut, Presiden Hyundai Motor Asia Pasific mengatakan pihaknya akan terlebih dahulu merampungkan pabrik sebelum melakukan produksi.

    "Proyek pembangunan pabrik ini akan selesai di bulan maret tahun 2021 dan setelahnya akan dilakukan banyak ujicoba pembuatan sampai produksi final di akhir tahun 2021. Mereka juga sampaikan kemampuan produksinya bisa sampai 250.000 unit per tahunnya," kata Luhut.

    Untuk memproduksi dan mewujudkan proyek ini pun, perusahaan asal Korea Selatan tersebut menyiapkan lahan seluas 77 hektare di mana mereka menggelontorkan dana sebesar US$ 1.154 miliar.

    Dalam pertemuan dengan pihak Hyundai siang tadi, Luhut meyakinkan kepada mereka bahwa Indonesia memiliki bahan material salah satu yang terbesar di dunia untuk pembuatan baterai mobil listrik. "Saya juga ingin Hyundai menyampaikan kepada para produsen baterai dan mobil listrik lainnya, bahwa Indonesia saat ini terbuka dengan investasi untuk proyek besar seperti ini," ujar Luhut.

    Ia memastikan bahwa di tengah pandemi pun pemerintah akan tetap aktif menjalankan seluruh komitmen investasi baik dengan IDFC, Uni Emirat Arab, dan Hyundai. "Meskipun tiga atau empat bulan yang lalu komunikasi kami sempat berhenti karena pandemi," kata Luhut.

    Baca juga: Luhut Sebut Proyek Pembangunan Pabrik Mobil Listrik Hyundai Rampung Maret 2021


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Utak-atik Definisi Kematian Akibat Covid-19, Bandingkan dengan Uraian WHO

    Wacana definisi kematian akibat Covid-19 sempat disinggung dalam rakor penanganan pandemi. Hal itu mempengaruhi angka keberhasilan penanganan pandemi.