Selasa, 22 September 2020

Citibank Raih Laba Bersih Rp 1,36 T pada Semester I 2020

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Head of Cards and Loan Citi Indonesia, Ramon Del Rosario saat konferensi pers di Restaurant Seribu Rasa, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa, 6 Maret 2018. TEMPO/M. Yusuf Manurung

    Head of Cards and Loan Citi Indonesia, Ramon Del Rosario saat konferensi pers di Restaurant Seribu Rasa, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa, 6 Maret 2018. TEMPO/M. Yusuf Manurung

    TEMPO.CO, JakartaCitibank N.A. Indonesia membukukan laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik senilai Rp1,36 triliun selama semester I/2020.

    Perolehan laba Citibank tersebut ditopang oleh pendapatan bunga bersih, pendapatan nonbunga, serta efisiensi beban operasional. 

    "Total pendapatan bunga perbankan Citibank selama semester I/2020 sebesar Rp2,7 triliun, menurun dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp3,06 triliun," dikutip berdasarkan laporan keuangan yang dilansir di Harian Bisnis Indonesia Kamis 13 Agustus 2020.

    Akan tetapi, beban bunga periode kali ini mampu ditekan menjadi Rp602,27 miliar dari sebelumnya Rp810,32 miliar.

    Sementara itu, pendapatan nonbunga juga mengalami kenaikan khususnya dari peningkatan nilai wajar aset spot dan derivatif yakni dari Rp884,13 miliar menjadi Rp1,64 triliun. Selain itu keuntungan transaksi spot dan derivatif juga melonjak pesat dari sebelumnya Rp1,94 triliun menjadi Rp5,39 triliun.

    Dari sisi penyaluran kredit, Citibank juga masih membukukan pertumbuhan selama semester I/2020 sebesar 4,5 persen dibandingkan posisi akhir tahun lalu (year to date/ytd) menjadi Rp46,8 triliun. Peningkatan penyaluran kredit tersebut juga diiringi dengan naiknya pembentukan cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) yang tumbuh 31% ytd menjadi Rp1,73 triliun.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Utak-atik Definisi Kematian Akibat Covid-19, Bandingkan dengan Uraian WHO

    Wacana definisi kematian akibat Covid-19 sempat disinggung dalam rakor penanganan pandemi. Hal itu mempengaruhi angka keberhasilan penanganan pandemi.