Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Tawarkan Kerja Sama, Edhy Prabowo Bakal Temui Duta Besar Negara ASEAN

image-gnews
Presiden Joko Widodo alias Jokowi (kiri) berbincang dengan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo (kanan) saat melakukan kunjungan kerja di Sentra Kelautan Perikanan Terpadu (SKPT), Selat Lampa, Natuna, Kepulauan Riau, Rabu, 8 Januari 2020. Dalam kunjungannya Jokowi menemui nelayan dan menyerahkan sertifikat tanah kepada masyarakat di Natuna. ANTARA/M Risyal Hidayat
Presiden Joko Widodo alias Jokowi (kiri) berbincang dengan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo (kanan) saat melakukan kunjungan kerja di Sentra Kelautan Perikanan Terpadu (SKPT), Selat Lampa, Natuna, Kepulauan Riau, Rabu, 8 Januari 2020. Dalam kunjungannya Jokowi menemui nelayan dan menyerahkan sertifikat tanah kepada masyarakat di Natuna. ANTARA/M Risyal Hidayat
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo bakal segera menemui duta-duta besar ASEAN untuk Indonesia. Persamuhan dilakukan untuk membahas opsi kerja sama di bidang mairitim guna mencegah masuknya kapal pencuri ikan di wilayah Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia.

"Saya akan ketemu dubes-dubes negara ASEAN mungkin setelah 17 Agustus. Kami akan menawarkan berbagai opsi kerja sama," tuturnya dalam konferensi pers di Bali, Rabu, 12 Agustus 2020.

Selama menjabat sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy mengatakan kementeriannya telah menangkap 69 kapal berbendera asing dan hampir seluruhnya berasal dari negara-negara di ASEAN. Terbanyak, tutur dia, bermuasal dari Vietnam dan Malaysia. Sedangkan lainnya dari Filipina.

Edhy belum merinci opsi kerja sama apa saja yang akan ditawarkan. Namun, ia menjelaskan pemerintah tidak akan lagi melakukan penenggelaman terhadap kapal-kapal asing yang ditangkap.
Sebab, pemerintah kini mendorong kapal-kapal hasil sitaan itu dihibahkan kepada sekolah perikanan atau lembaga penelitian yang membutuhkan.

Lobi-lobi terkait kerja sama negara dan pemberian sanksi bagi kapal pencuri ikan berbendera asing pernah dilakukan Menteri Kelautan dan Perikanan sebelumnya, Susi Pudjiastuti. Tahun lalu, Susi bercerita bahwa KKP sudah mengupayakan terjalinnya komunikasi dengan duta-duta besar negara asing ihwal maraknya kapal yang masuk ke wilayah perairan Indonesia sejak 2015.

Iklan




Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Kemungkinan Gandeng Susi Pudjiastuti sebagai Bakal Cawapres, Anies Baswedan: Lihat Nanti

2 hari lalu

Susi Pudjiastuti makan bersama Calon Presiden Anies Baswedan dalam kunjungannya ke Pangandaran. FOTO/Instagram
Kemungkinan Gandeng Susi Pudjiastuti sebagai Bakal Cawapres, Anies Baswedan: Lihat Nanti

Di akhir kinjungannya itu, Anies Baswedan menjanjikan akan menghadiahi Susi Pudjiastuti produk kecantikan yang ada di Jakarta X Beauty.


Pengamat Tak Yakin Susi Pudjiastuti Bisa Dongrak Elektoral Anies Baswedan

3 hari lalu

Susi Pudjiastuti makan bersama Calon Presiden Anies Baswedan dalam kunjungannya ke Pangandaran. FOTO/Instagram
Pengamat Tak Yakin Susi Pudjiastuti Bisa Dongrak Elektoral Anies Baswedan

Pengamat Politik Adi Prayitno turut mengatakan sangat riskan apabila Anies Baswedan mendapuk Susi Pudjiastuti sebagai bacawapresnya di Pilpres 2024


Terpopuler: BPOM Umumkan 12 Obat Tradisional Berbahaya, Alasan Elon Musk Pilih Australia Dibanding RI

4 hari lalu

Petugas Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) DKI Jakarta menguji sampel takjil di kawasan Kelapa Gading, Jakarta, Senin, 3 April 2023. TEMPO / Hilman Fathurrahman W
Terpopuler: BPOM Umumkan 12 Obat Tradisional Berbahaya, Alasan Elon Musk Pilih Australia Dibanding RI

Berita terpopuler ekonomi dan bisnis sepanjang Selasa kemarin, 1 Agustus 2023 dimulai dengan BPOM mengumumkan produk yang tidak memenuhi syarat.


Anies Baswedan Ungkap Alasan Belum Umumkan Siapa Cawapres Pendampingnya

5 hari lalu

Bakal capres Anies Baswedan usai bertemu 20 pengusaha muda di pendoponya, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Selasa, 1 Agustus 2023. TEMPO/IMA DINI SAFIRA
Anies Baswedan Ungkap Alasan Belum Umumkan Siapa Cawapres Pendampingnya

Anies Baswedan menjelaskan alasan kenapa dia belum mengumumkan siapa cawapres pendampingnya.


NasDem Minta Anies Baswedan Pilih Cawapres Bukan Karena Punya Parpol, PKS Waspadai Demokrat Ngambek

5 hari lalu

Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mardani Ali Sera hadir di hari ke-3 resepsi pernikahan putri Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Candi Bentar Putri Duyung, Ancol, Jakarta Utara, Ahad, 31 Juli 2022. TEMPO/ Moh Khory Alfarizi
NasDem Minta Anies Baswedan Pilih Cawapres Bukan Karena Punya Parpol, PKS Waspadai Demokrat Ngambek

PKS mengingatkan agar pemilihan cawapres Anies Baswedan tidak membuat Partai Demokrat Ngambek.


NasDem Berharap Anies Baswedan Maju Selangkah Pimpin Koalisi: Bentuk Tim Pemenangan dan Sosialisasi

5 hari lalu

Anies Baswedan membagikan pengalamanya sebagai seorang pengajar di acara Belajaraya 2023 yang diselenggarakan di Pos Bloc, Jakarta Pusat, Sabtu 29 Juli 2023. Jaringan Pendididkan Semua Murid Semua Guru (SMSG) kembali menggelar acara penjumpaan Nasional tahunan bagi 969 penggerak pendidikan di Indonesia. TEMPO-Magang/Andre Lasarus Benny
NasDem Berharap Anies Baswedan Maju Selangkah Pimpin Koalisi: Bentuk Tim Pemenangan dan Sosialisasi

NasDem berharap Anies Baswedan menunjukkan kemajuan dalam memimpin Koalisi Perubahan dengan membentuk tim pemenangan dan menentukan cawapres.


Terkini Bisnis: Susi Pudjiastuti Soal Tiket Domestik Mahal, Daftar Obat Tradisional dan Kosmetik yang Berbahaya

5 hari lalu

Indonesia Indicator menempatkan nama Susi Pudjiastuti di posisi kedua dalam daftar perempuan paling berpengaruh di Twitter tahun 2021 yang dirilis untuk memperingati Hari Kartini. Cuitan Susi yang terpopuler diunggah pada 12 Juni 2020 saat ia memberikan komentar soal judul berita terkait kapal asing. Instagram
Terkini Bisnis: Susi Pudjiastuti Soal Tiket Domestik Mahal, Daftar Obat Tradisional dan Kosmetik yang Berbahaya

Berita terkini ekonomi dan bisnis hingga Selasa siang, 1 Agustus 2023 dimulai dengan cuitan Susi Pudjiastuti tentang harga tiket domestik yang mahal.


Susi Pudjiastuti Blak-blakan soal Harga Tiket Pesawat Rute Domestik Lebih Mahal dari Internasional

5 hari lalu

Founder Susi Air, Susi Pudjiastuti memberikan keterangan pers soal pembakaran pesawat dan penyanderaan pilot Susi Air, Philip Mark Mehrtens, di Jakarta, Rabu, 1 Maret 2023. Susi juga membantah rumor yang menyebut pilot maskapainya, Kapten Philips Max Mehrtens, bergabung dengan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM). TEMPO/ Febri Angga Palguna
Susi Pudjiastuti Blak-blakan soal Harga Tiket Pesawat Rute Domestik Lebih Mahal dari Internasional

Pendiri dan pemilik Susi Air, Susi Pudjiastuti, merespons soal kabar harga tiket pesawat domestik yang lebih mahal dari internasional.


Ditanya soal Susi Pudjiastuti sebagai Bakal Cawapres, Anies: Beliau Cocok Dianggap sebagai Inspirasi

8 hari lalu

Anies Baswedan sebagai pembicara di acara BelajaRaya 2023, Posbloc, Pasar Baru ,Jakarta, Sabtu 29 Juli 2023. TEMPO/Adelia Stevina
Ditanya soal Susi Pudjiastuti sebagai Bakal Cawapres, Anies: Beliau Cocok Dianggap sebagai Inspirasi

Anies Baswedan enggan menjawab lebih jelas terkait soal bakal cawapres.


KPK Bakal Lelang Barang Bukti Hasil Korupsi, Ada Handphone Rp 200 Ribuan hingga Motor Rp 10 Juta

10 hari lalu

Wakil ketua KPK, Alexander Marwata bersama juru bicara KPK, Ali Fikri (kanan), menunjukkan barang bukti uang sitaan hasil TPPU Lukas Enembe, di gedung KPK, Jakarta, Senin, 26 Juni 2023. TEMPO/Imam Sukamto
KPK Bakal Lelang Barang Bukti Hasil Korupsi, Ada Handphone Rp 200 Ribuan hingga Motor Rp 10 Juta

KPK menjadwalkan bakal melelang barang bukti hasil korupsi mantan Ketua DPD Irman Gusman hingga ajudan Zumi Zola.