Pemerintah Kantongi Rp 22 T dari Lelang 7 Seri Surat Utang Negara

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Jenderal Pengelolaan dan Pembiayaan Risiko Kementerian Keuanan Luky Alfirman saat meluncurkan surat utang berharga negara (SBN) syariah seri Sukuk Tabungn ST-003 di Restoran Bunga Rampai, Jakarta Pusat, Jumat 1 Februari 2019. TEMPO/Dias Prasongko

    Direktur Jenderal Pengelolaan dan Pembiayaan Risiko Kementerian Keuanan Luky Alfirman saat meluncurkan surat utang berharga negara (SBN) syariah seri Sukuk Tabungn ST-003 di Restoran Bunga Rampai, Jakarta Pusat, Jumat 1 Februari 2019. TEMPO/Dias Prasongko

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah telah melelang tujuh Surat Utang Negara pada Selasa, 11 Agustus 2020. Dari lelang tersebut, total nominal yang dimenangkan adalah sebesar Rp 22 triliun.

    Dilansir dari laman resmi Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Pemerintah melaksanakan lelang Surat Utang Negara untuk seri SPN03201112, SPN12210812, FR0086, FR0087, FR0080, FR0083 dan FR0076.

    "Lelang dilakukan melalui sistem lelang Bank Indonesia," termaktub dalam keterangan tersebut. Adapun total penawaran yang masuk sebesar sekitar Rp 106 triliun. 

    Rinciannya, penawaran yang masuk untuk masing-masing seri antara lain SPN03201112 Rp 3,26 triliun, SPN12210812 Rp 8,98 triliun, FR0086 Rp 42,91 triliun, FR0087 Rp 29,62 triliun, serta FR0080 Rp 7,05 triliun. Selain itu, FR0083 Rp 6,39 triliun, dan FR0076 Rp 7,81 triliun.

    Adapun nominal kompetitif yang dimenangkan antara lain SPN03201112 Rp 0,15 triliun, SPN12210812 Rp 0,5 triliun, FR0086 Rp 5,29 triliun, FR0087 Rp 4,83 triliun, serta FR0080 Rp 1,61 triliun, FR0083 Rp 1,51 triliun, dan FR0076 Rp 1,26 triliun.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Utak-atik Definisi Kematian Akibat Covid-19, Bandingkan dengan Uraian WHO

    Wacana definisi kematian akibat Covid-19 sempat disinggung dalam rakor penanganan pandemi. Hal itu mempengaruhi angka keberhasilan penanganan pandemi.