Trending Bisnis: Penumpang Commuter Line Lulusan SMA hingga Gaji Ke-13 PNS

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penumpang saat menunggu kedatangan KRL Commuterline di peron Stasiun Tanah Abang, Jakarta, Rabu sore, 5 Agustus 2020. Pembatasan ini untuk meminimalisir penyebaran Covid-19 pada angkutan umum khususnya KRL Commuterline. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Penumpang saat menunggu kedatangan KRL Commuterline di peron Stasiun Tanah Abang, Jakarta, Rabu sore, 5 Agustus 2020. Pembatasan ini untuk meminimalisir penyebaran Covid-19 pada angkutan umum khususnya KRL Commuterline. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta -Berita trending ekonomi dan bisnis sepanjang Selasa, 11 Agustus 2020, dimulai dari survei KAI menyimpulkan mayoritas pengguna kereta commuter line adalah lulusan SMA hingga lika-liku perjalanan pencairan gaji ke-13 PNS.

    Selain itu, ada berita tentang pemerintah memperpanjang kebijakan pemberian listrik gratis dan diskon 50 persen sampai Desember 2020 serta Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat banyak UMKM yang belum mengetahui program penggratisan pajak bagi UMKM.

    Berikut berita trending ekonomi dan bisnis sepanjang Selasa kemarin.

    1. Survei KAI: Mayoritas Penumpang Kereta Commuter Line Lulusan SMA

    Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI, Didiek Hartantyo menjelaskan kondisi terakhir mengenai karakteristik pengguna kereta Commuter Line atau KRL Jabodetabek. Penumpang kereta ini berimbang 50 persen, antara perempuan laki-laki.

    "Pekerjaan paling banyak swasta," kata Didiek dalam webinar Transportasi untuk Merajut Keberagaman secara virtual di Jakarta, Selasa, 11 Agustus 2020. Jumlah pengguna yang bekerja di sektor swasta paling banyak, yaitu 65 persen.

    Latar pendidikan paling banyak adalah SMA dengan jumlah 57 persen. Lalu diikuti oleh SD sebanyak 26 persen. Sehingga, kedua kelompok latar belakang pendidikan ini sudah menyumbang 83 persen pengguna KRL.

    Lalu, 69 persen dari pengguna KRL berusia di rentang umur 18 sampau 30 tahun. Rinciannya yaitu paling banyak usia 21 sampai 25 tahun (32 persen), lalu 18 sampai 20 tahun (20 persen), dan 26 sampai 30 tahun (17 persen).

    Sementara itu, 73 persen pengguna KRL memiliki pengeluaran di rentang Rp 2 sampai 5 juta per bulan. Rinciannya yaitu kelompok terbanyak dengan pengeluaran bulanan Rp 2 sampai 3 juta, sebanyak 26 persen.

    Lalu kelompok dengan pengeluaran Rp 4 sampai 5 juta, sebanyak 24 persen. Kemudian, kelompok dengan pengeluaran Rp 3 sampai 4 juta per bulan, dengan jumlah 23 persen.

    Terakhir, mayoritas dari pengguna KRL Jabodetabek menggunakan moda ini sebanyak 4 sampai 6 kali per hari, dengan persentase 43 persen. Sementara 41 persennya menggunakan sampai lebih dari 8 kali per hari.

    Baca berita selengkapnya di sini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Utak-atik Definisi Kematian Akibat Covid-19, Bandingkan dengan Uraian WHO

    Wacana definisi kematian akibat Covid-19 sempat disinggung dalam rakor penanganan pandemi. Hal itu mempengaruhi angka keberhasilan penanganan pandemi.