Selasa, 22 September 2020

Bank Mandiri Siapkan Pembiayaan untuk Supplier Wika Beton

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Logo Bank Mandiri. Free Vector CDR

    Logo Bank Mandiri. Free Vector CDR

    TEMPO.CO, Jakarta - Bank Mandiri akan menyiapkan fasilitas pembiayaan kepada pelaku UKM yang menjadi supplier/sub kontraktor PT Wijaya Karya (Wika) Beton. Pejabat Eksekutif Bisnis dan Jaringan Bank Mandiri Aquarius Rudianto mengatakan hal itu dilakukan untuk membantu salah satu pelaku usaha di bidang industri pracetak beton itu dalam mengembangkan usaha.

    “Kami berharap, fasilitas pembiayaan ini dapat membantu supplier/sub kontraktor dalam memenuhi kebutuhan likuiditas untuk membantu pemenuhan kebutuhan bisnis Wika Beton,” kata Aquarius dalam keterangan tertulis, Selasa, 11 Agustus 2020.

    Perjanjian kerja sama tersebut ditandatangani oleh Direktur Keuangan PT Wijaya Karya Beton Imam Sudiyono dengan Senior Vice President Small & Medium Enterprise (SME) Banking Bank Mandiri Muhammad Iqbal.

    Menurut Aquarius, kerja sama itu merupakan salah satu kerja sama sinergis antar BUMN untuk mendukung program percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dari dampak pandemi covid-19.

    Pada tahap awal, Aquarius menambahkan, Bank Mandiri memberikan plafon pembiayaan sebesar Rp 250 miliar bagi supplier-supplier yang telah mendapatkan referensi dari Wika Beton

    Sedangkan Muhammad Iqbal menjelaskan, fasilitas pembiayaan ini juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas pengadaan barang/jasa pada PT Wijaya Karya Beton.

    “Kami percaya kemudahan yang ditawarkan fasilitas ini akan membantu keberlangsungan proses bisnis dari supplier/sub kontraktor itu sendiri,” ujarnya.

    Sejauh ini, total pembiayaan secara keseluruhan untuk segmen SME yang telah disalurkan oleh Bank Mandiri dengan skema yang sama, telah mencapai sebesar Rp 3,9 Triliun.

    HENDARTYO HANGGI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Utak-atik Definisi Kematian Akibat Covid-19, Bandingkan dengan Uraian WHO

    Wacana definisi kematian akibat Covid-19 sempat disinggung dalam rakor penanganan pandemi. Hal itu mempengaruhi angka keberhasilan penanganan pandemi.