9 Proyek Jalan Tol yang Potensial Dibangun Menurut BPJT

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pembangunan jalan tol. dok.TEMPO

    Ilustrasi pembangunan jalan tol. dok.TEMPO

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Danang Parikesit mengatakan ada sekitar sembilan proyek jalan tol, yang saat ini mempunyai potensi untuk digarap investor.

    Menurut Danang, tol yang segera ditawarkan ini seluruhnya berlokasi di Pulau Jawa. "Saat ini proyek jalan tol yang berpotensi untuk ditawarkan ke badan usaha di antaranya adalah pertama, jalan tol Gedebage—Tasikmalaya—Cilacap, sepanjang 206 kilometer," ujarnya kepada Bisnis, Selasa, 11 Agustus 2020.

    Menurutnya, proyek kedua, yang akan ditawarkan yaitu jalan tol Kamal—Teluk Naga—Rajeg sepanjang 40 kilometer.

    Ketiga, jalan tol Semanan—Balaraja sepanjang 31,90 kilometer.
    Keempat, jalan tol Akses Patimban sepanjang 37,70 kilometer.
    Kelima, jalan tol Cikunir—Karawaci sepanjang 40 kilometer.
    Keenam, jalan tol Bogor—Serpong via Parung sepanjang 31,17 kilometer.
    Ketujuh, jalan tol Sentul Selatan—Karawang sepanjang 61,50 kilometer.
    Kedelapan, jalan tol Jakarta Outer Ring Road (JORR Elevated) sepanjang 21,50 kilometer.
    Kesembilan, jalan tol Harbour Toll Road Semarang sepanjang 20,86 kilometer.

    Sebelumnya, Danang menjelaskan bahwa ada hal yang perlu diperhatikan bagi para investor atau pebisnis baru yang ingin masuk ke sektor jalan tol di Tanah Air.

    "Bagi kami yang perlu diperhatikan dari investor baru di proyek tol adalah terkait kemampuan calon investor untuk membiayai proyek jalan tol," ujarnya.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Utak-atik Definisi Kematian Akibat Covid-19, Bandingkan dengan Uraian WHO

    Wacana definisi kematian akibat Covid-19 sempat disinggung dalam rakor penanganan pandemi. Hal itu mempengaruhi angka keberhasilan penanganan pandemi.