Pertamina Hulu Energi ONWJ Belum Tahu Sumber Minyak yang Cemari Pulau Pari

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Minyak Mentah. REUTERS/Todd Korol

    Ilustrasi Minyak Mentah. REUTERS/Todd Korol

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) belum mengetahui sumber limbah minyak mentah yang kini mencemari pantai Pulau Pari, di gugusan Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. Sebab, Sumur YYA-1 yang sempat bocor di perairan Karawang, Jawa Barat, sudah ditutup sejak September 2019.

    "Kami belum mengetahui secara pasti (sumber limbah)," kata VP Relations PHE ONWJ Ifki Sukarya saat dihubungi di Jakarta, Selasa, 11 Agustus 2020.

    Sebelumnya, nelayan melihat ada limbah minyak mentah di perairan Pulau Pari, dan juga Pulau Lancang. Lalu pada Selasa subuh, limbah itu sudah mencapai pantai Pulau Pari dalam jumlah yang sangat banyak.

    "Limbah minyak mentah ini mencemari sepanjang 2 kilometer pantai selatan Pulau Pari," kata nelayan dan juga Ketua Forum Peduli Pulau Pari (FP3) Mustaghfirin dalam kketerangan resmi yang diterima Tempo di Jakarta.

    Jika dikumpulkan, kata dia, maka tumpukan limbah minyak ini bisa mencapai 50 tahun. Dalam foto-foto yang diterima Tempo, terlihat warga yang sedang membersihkan pantai dan tumpukan limbah dalam karung.

    Masyarakat Pulau Pari menduga limbah minyak mentah ini berasal dari pengeboran minyak di perairan Indramayu hingga Karawang, Jawa Barat. Sebab pada kebocoran sumur YYA-1 milik, PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ), limbahnya juga sampai ke peraitan Pulau Pari.

    Akan tetapi, Ifki memastikan saat ini perusahaannya tidak beroperasi di Laut Jawa bagian utara, Jawa Barat tersebut, Tidak ada lagi program pengeboran baik di perairan Karawang, maupun Indramayu.

    Atas kejadian limbah minyak di Pulau Pari, Ifki menyebut tim PHE ONWJ sudah ke lokasi untuk membantu pengecekan. Mereka juga bakal membentuk pembersihan dan penyimpanan hasil pembersihan nantinya.

    Hingga Selasa siang ini, Ifki juga sudah melakukan komunikasi dengan FP3. Anggota DP3 yang juga warga Pulau Pari, Buyung, sudah dihubungi oleh Ifki. Namun, Buyung menyebut belum ada tim Pertamina yang membantu kegiatan pembersihan limbah minyak mentah di pantai Pulau Pari. "Belum ada," kata dia.

    FAJAR PEBRIANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Survei Indikator Politik: Masyarakat Makin Takut Menyatakan Pendapat

    Berdasarkan hasil survei, sebagian masyarakat saat ini merasa tidak aman untuk menyampaikan pendapat secara terbuka.