Kata Ekonom soal Gaji ke-13 dan Subsidi Gaji Bisa Mendorong Konsumsi

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pegawai negeri sipil (PNS). TEMPO/Subekti

    Ilustrasi pegawai negeri sipil (PNS). TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet mengatakan kucuran gaji ke-13 memang akan menstimulan konsumsi. Namun menurut dia, proporsi PNS yang mendapatkan bantuan ini masih relatif kecil, hanya sekitar 3 persen dari total tenaga kerja. 

    "Betul akan berdampak pada dorongan konsumsi namun tidak sampai bounce back ke level positif," katanya kepada Bisnis, Senin 10 Agustus 2020.

    Sektor konsumsi menjadi salah satu penyumbang terbesar penurunan ekonomi pada kuartal II/2020, yang terkontraksi -5 persen.

    Yusuf memproyeksikan, konsumsi pada kuartal III/2020 akan membaik namun masih pada level pertumbuhan yang negatif, yaitu pada kisaran -2 persen hingga -3 persen.

    Di samping itu, pemerintah juga akan memberikan subsidi gaji kepada pekerja dengan pendapatan di bawah Rp5 juta, dari target sebelumnya 13,87 juta orang menjadi 15,72 juta orang.

    Data penerima subsidi gaji diperoleh dari BPJS Ketenagakerjaan atau BP Jamsostek. Pengumpulan data dilakukan hingga 30 Juni 2020.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    4 Cuitan Penyebab Polisi Mengira Syahganda Dalang Demo UU Cipta Kerja

    Polisi menangkap Syahganda Nainggolan sebagai dalang kerusuhan UU Cipta Kerja.