Jasa Marga Targetkan 2 Ruas Tol Jorr II Beroperasi Akhir Tahun 2020

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah petugas kepolsian berjaga didekat pintu tol saat peresmian dan uji coba Tol Jakarta Outer Ring Road West 2 (JORR  W2) di Meruya, Jakarta Barat, Jumat (27/12).  TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    Sejumlah petugas kepolsian berjaga didekat pintu tol saat peresmian dan uji coba Tol Jakarta Outer Ring Road West 2 (JORR W2) di Meruya, Jakarta Barat, Jumat (27/12). TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

     TEMPO.CO, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk, menargetkan dua ruas jalan tol yang masuk ke dalam jaringan jalan tol Jakarta Outer Ring Road atau tol Jorr II akan beroperasi pada akhir 2020. 

    Kedua ruas jalan tol ini dikelola oleh kelompok usaha PT Jasa Marga Tbk. (JSMR) yakni, ruas Serpong—Cinere yang dikelola oleh PT Cinere Serpong Jaya (CSJ) dan ruas Cengkareng—Batuceper—Kunciran yang dikelola oleh PT Jasamarga Kunciran Cengkareng (JKC).

    Direktur Utama PT CSJ Ayu Widya Kiswari mengatakan bahwa ruas jalan tol Serpong—Cinere direncanakan beroperasi fungsional pada Desember 2020.

    "Progres pembebasan lahan jalan tol Serpong-Cinere secara keseluruhan telah mencapai 92,17 persen, sedangkan konstruksinya hingga 30 Juli 2020 telah mencapai 83,33 persen dan diperkirakan dapat difungsionalkan Desember 2020," ujarnya, Senin 10 Agustus 2020.

    Jalan tol Serpong—Cinere memiliki total panjang 10,14 kilometer, terdiri atas dua seksi, yakni Seksi 1 Serpong—Pamulang (6,59 kilometer) dan Seksi 2 Pamulang—Cinere (3,55 kilometer). Ruas Serpong—Cinere akan melintasi wilayah Serpong (Jombang), Serua, Ciputat, Pamulang, dan Pondok Cabe/Cinere.

    Jalan tol ini nantinya tersambung dengan tol Serpong—Kunciran yang telah lebih dahulu beroperasi serta jalan tol Cinere—Jagorawi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Utak-atik Definisi Kematian Akibat Covid-19, Bandingkan dengan Uraian WHO

    Wacana definisi kematian akibat Covid-19 sempat disinggung dalam rakor penanganan pandemi. Hal itu mempengaruhi angka keberhasilan penanganan pandemi.