Bos BEI: 35 Emiten Baru dari Januari Hingga Pekan Ini, Tertinggi di ASEAN

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi saat diskusi bersama redaksi dan manajemen Tempo di gedung Tempo, Palmerah, Jakarta, Jumat, 24 Mei 2019. TEMPO/Nufus Nita Hidayati

    Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi saat diskusi bersama redaksi dan manajemen Tempo di gedung Tempo, Palmerah, Jakarta, Jumat, 24 Mei 2019. TEMPO/Nufus Nita Hidayati

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia atau BEI Inarno Djajadi mengatakan telah memfasilitasi 34 perusahaan tercatat baru sejak awal tahun hingga pekan lalu, meski ada pandemi Covid-19. Menurutnya, hal itu merupakan pencapaian tertinggi di ASEAN.

    "Kami juga sambut lagi PT Sumber Global Energy Tbk. Jadi ada 35 emiten, total mencapai 699 perusahaan tercatat," kata Inarno dalam perayaan hari jadi Pasar Modal Indonesia ke-43, Senin, 10 Agustus 2020 sejak diaktifkan kembali oleh pemerintah.

    Selain itu, BEI menjelaskan jumlah investor saat ini mencapai lebih dari 3 juta. Menurutnya, angka itu tiga kali lipat lebih banyak dibanding 2016.

    "Satu hal yang menarik adalah adanya penambahan investor retail yang naik meski ada PSBB," ujarnya.

    Ke depan, dia berharap, pasar modal selalu berupaya memberi layanan terbaik pada stakeholder untuk juga memastikan pasar modal Indonesia terus berkembang di tengah pandemi Covid-19.

    Inarno juga mengatakan hari ini meluncurkan sejumlah program strategis. Salah satunya sistem penawaran umum elektronik atau e-IPO, peluncuran indeks IDX Quality 30, peluncuran IDX virtual trading.

    "Kemudian kami juga kita luncurkan e-proxy, dan terakhir roadmap pengembangan pasar modal syariah," kata dia.

    Inarno mengatakan, Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG sempat menyentuh titik terendah pada 24 Maret 2020 pada level 3.973 atau turun -37,5 persen dibanding sesi penutupan 2019.

    "Namun, pada Jumat 7 Agustus 2020, IHSG bisa dapat kembali meningkat ke level 5.143 atau naik 30,6 persen sejak level terendah," kata Inarno.

    HENDARTYO HANGGI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Utak-atik Definisi Kematian Akibat Covid-19, Bandingkan dengan Uraian WHO

    Wacana definisi kematian akibat Covid-19 sempat disinggung dalam rakor penanganan pandemi. Hal itu mempengaruhi angka keberhasilan penanganan pandemi.