Kemenko Perekonomian: Mekanisme Seleksi Penerima BLT Pekerja Belum Final

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekretaris Menteri Kemenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso menyampaikan berbagai perkembangan yang terjadi pada Pertemuan Tahunan IMF - World Bank Group 2018 dalam konferensi pers di Nusa Dua, Bali, Selasa 9 Oktober 2018. ICom/AM IMF-WBG//Nyoman Budhiana

    Sekretaris Menteri Kemenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso menyampaikan berbagai perkembangan yang terjadi pada Pertemuan Tahunan IMF - World Bank Group 2018 dalam konferensi pers di Nusa Dua, Bali, Selasa 9 Oktober 2018. ICom/AM IMF-WBG//Nyoman Budhiana

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso mengatakan mekanisme seleksi terhadap pekerja penerima bantuan langsung tunai (BLT) atau BLT Pekerja belum final. Perencangan pelaksanaan program itu, kata dia, masih dibahas oleh pemerintah pusat.

    "Program ini masih terus dibahas. Belum selesai pembahasannya, baik dari sisi detail programnya, mekanisme (seleksi), data, dan alokasi anggarannya," katanya kepada Tempo, Jumat, 7 Agustus 2020.

    Meski demikian, Susiwijono mengatakan program ini sudah disepakati oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam rapat koordinasi dengan kementerian-kementerian di bawahnya.

    Airlangga, kata Susiwijono, juga telah meminta kementerian terkait seperti Kementerian Keuangan, Kementerian Ketenagakerjaan, dan Kementerian BUMN untuk menindaklanjuti wacana pemberian bantuan sosial tersebut.

    Pemerintah mewacanakan sebanyak 13,8 juta pekerja dengan gaji di bawah Rp 5 juta akan mendapatkan BLT atau subsidi gaji . Anggaran untuk program ini diperkirakan mencapai Rp 31 triliun.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    KPU Tetapkan Aturan Baru Perihal Kampanye Pilkada Serentak 2020

    Pilkada Serentak 2020 tetap dilaksanakan pada 9 September pada tahun yang sama. Untuk menghadapi Covid-19, KPU tetapkan aturan terkait kampanye.