Mengapa KAI Belum Dapat Laba Meski Okupansi Penumpang Idul Adha Naik?

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Didiek Hartyanto di Gedung JRC, Juanda, Jakarta Pusat, Kamis, 6 Agustus 2020. TEMPO/Francisca Christy

    Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Didiek Hartyanto di Gedung JRC, Juanda, Jakarta Pusat, Kamis, 6 Agustus 2020. TEMPO/Francisca Christy

    TEMPO.CO, Jakarta - Penumpang kereta pada periode libur Idul Adha 1441 Hijriah tercatat naik 70 persen atau mencapai kuota maksimal selama akhir Juli hingga awal Agustus 2020.  Meski demikian, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI Didiek Hartyanto mengatakan perseroannya belum memperoleh laba dari peningkatan frekuensi penumpang.

    "Walau (kuota) maksimum, apakah sudah untung? Belum. Karena untuk meningkatkan animo, masih kasih promo diskon tiket," kata Didiek saat ditemui Tempo di kantornya, Jakarta Pusat, Kamis, 6 Agustus 2020.

    KAI mencatat, jumlah penumpang selama H-1 hingga H+1 Idul Adha, telah mencapai 134.959 orang. Angka itu naik 26 persen dari total jumlah penumpang pada pekan sebelumnya.

    Saat periode libur hari raya, KAI mengoperasikan kembali tujuh kereta yang sebelumnya dinonaktifkan akibat pembatasan sosial berskala besar. Jumlah armada yang melayani penumpang pun kini menjadi 35 persen dari sebelumnya 22 persen. 

    Meski belum memperoleh laba, Didiek mengatakan okupansi penumpang pada masa Idul Adha telah menutup biaya tetap perseroan. "Meski belum menutup beban total, kami bisa menambal biaya tetap," tuturnya.

    Di masa pandemi, Didiek menjelaskan KAI belum memikirkan perihal untung perusahaan. Menurut dia, hal yang paling penting saat ini ialah mengembalikan animo masyarakat terhadap angkutan perkeretaapian.

    Caranya, kata dia, perseroan masih bakal terus menawarkan potongan harga hingga menyediakan layanan rapid test di stasiun dengan harga Rp 85 ribu. "Kami juga pastikan protokol kesehatan terpenuhi," katanya.

    Sepanjang semester I 2020, KAI merugi Rp 1,35 triliun. Keuangan minus ini disumbang oleh melorotnya pendapatan dari Rp 12,1 triliun pada periode yang sama tahun lalu menjadi hanya Rp 7,4 triliun pada pada paruh awal tahun ini. 

    FRANCISCA CHRISTY ROSANA | YOHANES PASKALIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    KPU Tetapkan Aturan Baru Perihal Kampanye Pilkada Serentak 2020

    Pilkada Serentak 2020 tetap dilaksanakan pada 9 September pada tahun yang sama. Untuk menghadapi Covid-19, KPU tetapkan aturan terkait kampanye.