Minggu, 20 September 2020

Berbagi Beban, Pemerintah Terbitkan SUN dengan Cara Private Placement ke BI Rp 82,1 T

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Jenderal Pengelolaan dan Pembiayaan Risiko Kementerian Keuanan Luky Alfirman saat meluncurkan surat utang berharga negara (SBN) syariah seri Sukuk Tabungn ST-003 di Restoran Bunga Rampai, Jakarta Pusat, Jumat 1 Februari 2019. TEMPO/Dias Prasongko

    Direktur Jenderal Pengelolaan dan Pembiayaan Risiko Kementerian Keuanan Luky Alfirman saat meluncurkan surat utang berharga negara (SBN) syariah seri Sukuk Tabungn ST-003 di Restoran Bunga Rampai, Jakarta Pusat, Jumat 1 Februari 2019. TEMPO/Dias Prasongko

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah menerbitkan empat seri Surat Utang Negara (SUN) dengan cara Private Placement kepada Bank Indonesia dengan jumlah total nominal penerbitan sebesar Rp 82,1 triliun pada hari ini, Kamis, 6 Agustus 2020. Penerbitan SUN hari ini merupakan transaksi yang pertama untuk pemenuhan sebagian pembiayaan Public Goods.

    "Transaksi ini merupakan implementasi dari skema burden sharing sebagai wujud sinergi Pemerintah dan Bank Indonesia dalam upaya pembiayaan penanganan dampak pandemi Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional," ujar Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, Luky Alfirman, dalam keterangan tertulis.

    Total kebutuhan pembiayaan Public Goods adalah Rp 397,56 triliun, meliputi pembiayaan untuk belanja kesehatan, perlindungan sosial, serta pembiayaan sektoral Kementerian/Lembaga dan Pemda dalam rangka penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

    Transaksi ini dilakukan berdasarkan Keputusan Bersama Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Indonesia nomor 347/KMK.08/2020 dan 22/9/KEP.GBI/2020 tanggal 20 Juli 2020 tentang Skema dan Mekanisme Koordinasi Pembelian SUN dan/atau Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) oleh Bank Indonesia di Pasar Perdana dan Pembagian Beban Biaya dalam rangka Pembiayaan Penanganan Dampak Pandemi Covid-19 dan PEN.

    Transaksi tersebut juga sesuai dengan kewenangan yang diberikan oleh Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2002 tentang SUN dan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 51/PMK.08/2019 tentang Penjualan SUN Dengan Cara Private Placement.

    Luky Alfirman memastikan transaksi private placement ini dilakukan dengan berpegang pada beberapa prinsip utama, antara lain menjaga kredibilitas dan integritas pengelolaan kebijakan fiskal dan moneter, menjaga ruang fiskal dan keberlanjutan dalam jangka menengah; serta menerapkan tata kelola yang prudent, transparan dan akuntabel.

    Adapun seri Surat Utang Negara yang diterbitkan antara lain VR0034 yang jatuh tempo pada 10 Agustus 2025, VR0035 yang jatuh tempo pada 10 Agustus 2026, VR0036 yang jatuh tempo pada 10 Agustus 2027, dan VR0037 yang jatuh tempo pada 10 Agustus 2028. Seri tersebut semuanya berjenis variable rate dan dapat diperdagangkan. Masing-masing seri memiliki total nominal Rp 20,525 triliun.

    Adapun kupon dari masing-masing seri tersebut mengacu kepada suku bunga reverse repo Bank Indonesia tenor tiga bulan. Kupon tiga bulan pertama masing-masing seri adalah sebesar 3,8 persen. Empat seri SUN tersebut memiliki tanggal setelmen 10 Agustus 2020.

    CAESAR AKBAR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    7 Manfaat Telur Ayam Kampung

    Sejumlah manfaat terlur ayam kampung dapat diperoleh oleh mereka yang mengkonsumsinya. Salah satunya, secara tak langsung menurunkan berat badan.