IHSG Menghijau Seiring Kenaikan Harga Komoditas Tambang

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi saham atau IHSG. TEMPO/Tony Hartawan

    Ilustrasi saham atau IHSG. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis, 6 Agustus 2020, menghijau seiring kenaikan harga komoditas tambang.

    IHSG ditutup menguat 51,22 poin atau 1 persen ke posisi 5.178,27. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 9,89 poin atau 1,23 persen menjadi 811,59.

    "Meski pertumbuhan ekonomi kuartal II kontraksi tapi masih di kisaran ekspektasi, jadi respons pasar positif. Naiknya harga komoditas tambang mineral juga menjadi tambahan katalis positif untuk IHSG," kata analis Indo Premier Sekuritas Mino di Jakarta, Kamis.

    Dibuka menguat, IHSG betah berada di zona hijau sepanjang perdagangan hingga penutupan perdagangan saham.

    Secara sektoral, seluruh sektor meningkat di mana sektor aneka industri naik paling tinggi yaitu 2,83 persen, diikuti sektor pertambangan dan sektor perdagangan masing-masing 2,7 persen dan 1,96 persen.

    Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi jual saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah jual bersih asing atau "net foreign sell" sebesar Rp 9,54 miliar.

    Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 822.359 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 12,3 miliar lembar saham senilai Rp11,12 triliun. Sebanyak 271 saham naik, 158 saham menurun, dan 151 saham tidak bergerak nilainya.

    Sementara itu, bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei melemah 96,7 poin atau 0,43 persen ke 22.418,15, indeks Hang Seng turun 171,96 poin atau 0,69 persen ke 24.930,58, dan indeks Straits Times menguat 26,01 atau 1,03 ke 2.558,7.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Utak-atik Definisi Kematian Akibat Covid-19, Bandingkan dengan Uraian WHO

    Wacana definisi kematian akibat Covid-19 sempat disinggung dalam rakor penanganan pandemi. Hal itu mempengaruhi angka keberhasilan penanganan pandemi.