Tren Pertumbuhan Premi Asuransi Melambat pada Kuartal II 2020

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Otoritas Jasa Keuangan Wimboh Santoso memberikan paparan dalam Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan Tahun 2020, dengan tema

    Ketua Otoritas Jasa Keuangan Wimboh Santoso memberikan paparan dalam Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan Tahun 2020, dengan tema "Ekosistem Keuangan Berdaya Saing untuk Pertumbuhan Berkualitas". Acara berlangsung di The Ritz-Carlton, Pacific Place, Jakarta, Kamis, 16 Januari 2020. TEMPO/Tomi Aryanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Wimboh Santoso mengatakan tren pertumbuhan premi asuransi  melambat di kuartal II 2020.

    "Pertumbuhan premi asuransi juga terlihat terkontraksi," kata Wimboh dalam Perkembangan Kebijakan dan Kondisi Terkini Sektor Jasa Keuangan, Selasa, 4 Agustus 2020.

    Menururnya, pertumbuhan premi asuransi jiwa terkontraksi sebesar 10 persen. Sedangkan premi asuransi umum dan reasuransi terkontaksi sebesar 2,3 persen.

    Penurunan pertumbuhan premi asuransi itu, kata dia, disebabkan oleh pandemi Covid-19.

    Kendati begitu, Wimboh mengatakan di kuartal II 2020 pertambahan premi asuransi mulai menunjukkan meningkat. Hal tersebut terlihat dari premi asuransi jiwa yang tumbuh 13,07 persen dibandingkan kuartal I 2020.

    Premi asuransi umum dan reasuransi yang tumbuh 7,93 persen pada kuartal II 2020.

    "Kami sadar penurunan ini sementara dan harapan kita setelah ekonomi tumbuh otomatis perusahaan asuransi lebih banyak lagi meng-handle polis-polis baru," kata dia.

    Sedangkan rasio investasi atau aset asuransi dan dana pensiun, kata Wimboh, relatif stabil di kuartal II 2020 ini. Tercatat bahwa rasio investasi atau aset asuransi stabil di angka 84,8 persen dan 96,5 persen rasio invetasi atau aset dana pensiun.

    HENDARTYO HANGGI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Darurat vs PPKM Level 4: Beda Istilah Sama Rasa

    Instruksi Mendagri bahwa PPKM Level 4 adalah pemberlakukan pembatasan kegiatan di Jawa dan Bali yang disesuaikan dengan level situasi pandemi.