Selasa, 22 September 2020

Menhub Dukung Pariwisata Bali dengan Protokol Kesehataan Bertransportasi

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi usai sesi foto bersama di Dermaga Pelabuhan Benoa, Bali pada Rabu, 10 Januari 2018. (Andita Rahma)

    Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi usai sesi foto bersama di Dermaga Pelabuhan Benoa, Bali pada Rabu, 10 Januari 2018. (Andita Rahma)

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Perhubungan mendukung pariwisata Bali dengan tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan dalam bertransportasi. Dukungan tersebut disampaikan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat berkunjung ke Bali pada 2-3 Agustus 2020.

    “Kemenhub siap mendukung kebangkitan pariwisata di Bali melalui penerapan protokol kesehatan dalam bertransportasi. Kita harus lakukan ini secara konservatif dan hati-hati untuk mencegah penularan Covid-19,” kata Budi dalam keterangan tertulis, Ahad, 2 Agustus 2020.

    Menhub mengatakan saat pandemi terjadi, pariwisata di Bali mengalami keterpurukan. Ini, kata dia, saatnya Bali bangkit kembali menjadi destinasi wisata favorit baik wisatawan domestik, maupun mancanegara.

    Bersama Gubernur Bali Wayan Koster, Budi membahas sejumlah hal terkait kelanjutan pembangunan infrastruktur transportasi, penanganan transportasi yang aman dan sehat di masa adaptasi kebiasaan baru, dan rencana ground breaking Pelabuhan Penyeberangan di Nusa Penida untuk mendukung pariwisata di Bali pada 3 Agustus 2020.

    Melalui Peraturan Menhub 41 Tahun 2020 dan aturan turunannya, kata Budi, Kemenhub bersama para operator transportasi dan pemerintah daerah telah berkomitmen bersama untuk melakukan pengendalian transportasi dalam rangka menciptakan perjalanan yang aman dan sehat bagi masyarakat melalui penerapan protokol kesehatan mulai dari area keberangkatan, saat dalam perjalanan, sampai saat tiba di area kedatangan.

    "Hal itu dilakukan agar masyarakat tetap dapat produktif namun tetap aman dari penularan Covid-19,” ujar dia.

    Wayan Koster mengatakan secara bertahap Pemerintah Provinsi Bali kembali membuka aktivitas masyarakat lokal pada 9 Juli lalu. Kemudian pada 31 Juli kemarin, Bali membuka sektor pariwisata bagi turis domestik di masa adaptasi kebiasaan baru(new normal). Nantinya secara bertahap Bali kembali akan membuka sektor pariwisata bagi para turis mancanegara.

    Ia memastikan pembukaan kembali sektor pariwisata di Bali diikuti dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat oleh para pelaku usaha pariwisata di Bali. Pemprov Bali melihat para pelaku usaha telah siap menjalankan protokol kesehatan dan sejauh ini pelaksanaan pembukaan kembali pariwisata di Bali telah berjalan baik.

    Akibat ditutupnya Bali sejak April 2020, jumlah pergerakan pesawat dan penumpang mengalami penurunan yang sangat signifikan. Tercatat dari data Angkasa Pura I Ngurah Rai Bali, sejak April-Juni 2020 penurunan pergerakan pesawat mencapai 90 persen lebih atau hanya sekitar 500 sampai 1.000 pergerakan pesawat per bulannya, yang biasanya dalam satu bulan terdapat sekitar 10 ribu sampai 13 ribu pergerakan penumpang,

    Pergerakan penumpang juga turun 95-99 persen pada April-Juni 2020, atau hanya ada 8.000 sampai 20 ribu penumpang per bulannya, di mana pada bulan yang sama di tahun lalu pergerakan penumpang bisa mencapai 1-2 juta lebih penumpang per bulannya.

    Namun demikian, setelah pemerintah menetapkan masa Adaptasi Kebiasaan Baru(AKB), pada Juli ini pergerakan pesawat maupun penumpang domestik dari dan ke Bali meningkat cukup signifikan dibandingkan April-Juni 2020.

    Pada periode 1-25 Juli 2020 tercatat sebanyak 954 penerbangan atau meningkat dibandingkan pada periode 1-25 Juni 2020 yang hanya 416 penerbangan dan 56 ribu lebih penumpang atau meningkat dibandingkan pada periode 1-25 Juni 2020 yang hanya 14 ribu lebih penumpang.

    HENDARTYO HANGGI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Utak-atik Definisi Kematian Akibat Covid-19, Bandingkan dengan Uraian WHO

    Wacana definisi kematian akibat Covid-19 sempat disinggung dalam rakor penanganan pandemi. Hal itu mempengaruhi angka keberhasilan penanganan pandemi.