ESDM Akan Berikan 52 Ribu Tabung Listrik ke Warga 306 Desa

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ilustrasi listrik di rumah (pixabay.com)

    ilustrasi listrik di rumah (pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral akan memberi 52 ribu tabung listrik kepada rumah tangga di 306 desa yang berada pada wilayah dengan kondisi geografi yang tidak memungkinkan untuk dipasang jaringan listrik PLN.

    Hal itu bertujuan untuk mengaliri listrik ke seluruh rumah tangga di Indonesia khususnya yang berada di desa-desa di wilayah terluar, terdepan, dan tertinggal.

    Menurut Direktur Pembinaan Program Ketenagalistrikan Ditjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Jisman Hutajulu, cara yang baik untuk melistriki sebagian besar dari sekitar 306 desa itu menggunakan tabung listrik. Sebab, demografi maupun geografinya berada di atas gunung, di bukit, ada yang berserak sehingga mau tidak mau harus dengan tabung listrik.

    "Kalau digunakan dengan grid tentu akan mahal dan tidak mungkin, losses sangat tinggi di sana," ujarnya melalui siaran pers, Sabtu, 1 Agustus 2020.

    Jisman mengatakan bahwa ESDM bersepakat dengan Komisi VII DPR untuk mengalokasikan 25 ribu tabung listrik pada anggaran Ditjen Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) tahun 2021.

    Sementara itu, untuk pengadaan 27 ribu tabung listrik lainnya masih dilakukan koordinasi dengan Kementerian Keuangan.

    "Telah diputuskan dari 52 ribu kebutuhan talis di sana, sudah ada kesepakatan dengan komisi VII DPR RI pada rapat kerja kemarin [25 Juni 2020] untuk dialokasikan Ditjen EBTKE sebanyak 25 ribu talis, dan dilaksanakan di tahun 2021," katanya.

    Untuk penambahan daya pada tabung listrik, selain menggunakan energi matahari, juga akan disediakan Stasiun Pengisian Energi Listrik (SPEL) di beberapa tempat.

    Selain itu, setiap rumah tangga yang mendapatkan tabung listrik juga akan diberikan satu tabung listrik cadangan sehingga ketika dilakukan pengisian daya, listrik di rumah tetap menyala.

    Per Juni 2020, rasio elektrifikasi telah mencapai 99,09 persen, sedangkan rasio desa berlistrik sebesar 99,51 persen.

    Saat ini terdapat 433 desa yang belum berlistrik, 306 desa akan dilistriki menggunakan talis, 75 desa menggunakan PLTS komunal atau PLTD hybrid, sedangkan 52 desa lainnya akan dilistriki perluasan jaringan listrik (grid extension).

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Inpres Jokowi Mencampur Militer dengan Sipil dalam Penerapan Protokol Kesehatan

    Melalui Inpres Nomor 6 Tahun 2020, Jokowi menginstruksikan Panglima TNI dan Kapolri untuk membantu penerapan protokol kesehatan menghadapi Covid-19.