Ketua Satgas Ekonomi: Kesehatan di Depan, Ekonomi di Belakang Mendampingi

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Budi Gunadi Sadikin. TEMPO/M. Taufan Rengganis

    Budi Gunadi Sadikin. TEMPO/M. Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Satuan Tugas Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Nasional, Budi Gunadi Sadikin memastikan sektor kesehatan tetap menjadi prioritas penanganan Covid-19 saat ini. Pernyataan ini disampaikan di tengah banyaknya opini masyarakat yang menilai pemerintah hanya mementingkan situasi ekonomi semata.

    "Kesehatannya di depan, kami (ekonomi) di belakang dengan ketat mendampingi," kata Budi Gunadi dalam acara Ini Budi di channel YouTube Tempodotco di Jakarta, Sabtu, 1 Agustus 2020.

    Budi Gunadi lalu menjelaskan bahwa Indonesia setidaknya sudah melalui tiga kali krisis sebelum pandemi Covid-19 ini. Ketiganya selalu dimulai sektor keuangan, alias ekonomi. Budi sebelumnya menjadi bankir dan sudah mengalami ketiga krisis itu.

    Krisis keuangan 1998, terjadi salah satunya karena pinjaman luar negeri yang terlalu besar. "Sehingga kurs kita lari waktu itu," kata Budi Gunadi.

    Tahun 2008, krisis terjadi karena likuiditas dolar di dunia berkurang karena ada masalah kredit perumahan di Amerika Serikat. Tahun 2013, krisis kembali terjadi karena masalah likuiditas dolar karena pemerintah Amerika Serikat menarik uang mereka. Peristiwa ini dikenal sebagai Taper Tantrum.

    Namun pada awal 2020, krisis ekonomi hanyalah dampak lanjutan dari krisis di bidang kesehatan. "Kembali ke falsafah dasar, dimulai dari pandemi kesehatan," kata Budi Gunadi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.