Dampak PSBB dan WFH, Laba Bersih Jasa Marga Turun 90 Persen

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi mengarahkan pengendara ke luar Jalan Tol Jakarta-Cikampek yang ditutup saat pemberlakuan penyekatan jalan untuk larangan pemudik diberlakukan mulai Jumat, 24 April 2020, pukul 00.00 WIB. ANTARA/HO-Jasa Marga

    Polisi mengarahkan pengendara ke luar Jalan Tol Jakarta-Cikampek yang ditutup saat pemberlakuan penyekatan jalan untuk larangan pemudik diberlakukan mulai Jumat, 24 April 2020, pukul 00.00 WIB. ANTARA/HO-Jasa Marga

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk. membukukan laba bersih pada semester I 2020 sebesar Rp 105,7 miliar. Nilai itu anjlok 90,02 persen dibanding semester I 2019 yang sebesar Rp 1,02 triliun.

    Hal itu sejalan dengan turunnya volume lalu lintas harian maupun Pendapatan Tol Perseroan menjadi sebesar Rp 3,9 triliun atau turun sebesar 17,5 persen dari semester I Tahun 2019. 

    "Hal itu, karena pemerintah mengeluarkan imbauan Work From Home (WFH) dan juga kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)," kata Corporate Secretary PT Jasa Marga (Persero) Tbk M. Agus Setiawan dalam keterangan tertulis, Kamis, 30 Juli 2020.

    Seiring dengan hal tersebut, EBITDA Perseroan pada semester I 2020 ini tercatat sebesar Rp 2,6 triliun, turun 23 persen dibandingkan semester I Tahun 2019.

    Sedangkan Pendapatan Usaha Non Tol Perseroan yang berhasil tetap tumbuh 4,1 persen, yaitu sebesar Rp 433,3 miliar dengan Total Aset
    Perseroan mencapai Rp 102,7 triliun, tumbuh 3,0 persen dibandingkan semester I Tahun 2019 seiring dengan peningkatan progres penyelesaian jalan tol baru milik Perseroan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Selama 4 Bulan Ada Bantuan Tunai untuk Pegawai Bergaji di Bawah Rp 5 Juta

    Pemerintah memberikan bantuan tunai bagi pekerja bergaji di bawah Rp 5 juta selama 4 bulan. Menteri BUMN Erick Tohir mengatakan hal itu demi ekonomi.