Kemenko Perekonomian: Vaksin Covid-19 Ditargetkan Tersedia Sebelum Akhir 2020

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Unit Mobile Laboratorium Biosafety Level 3 (Mobile Lab BSL-3) PT Bio Farma di halaman Rumah Sakit Pendidikan Universitas Padjadjaran, Bandung, Rabu, 22 Juli 2020. Mobile Lab BSL-3 ini berfungsi untuk proses ekstraksi RNA dari spesimen swab pasien Covid-19 dan pemeriksaan melalui RT-PCR masyarakat. Bio Farma dan Fakultas Kedokteran Unpad akan melakukan uji klinis vaksin Covid-19 di Bandung awal Agustus 2020. TEMPO/Prima Mulia

    Unit Mobile Laboratorium Biosafety Level 3 (Mobile Lab BSL-3) PT Bio Farma di halaman Rumah Sakit Pendidikan Universitas Padjadjaran, Bandung, Rabu, 22 Juli 2020. Mobile Lab BSL-3 ini berfungsi untuk proses ekstraksi RNA dari spesimen swab pasien Covid-19 dan pemeriksaan melalui RT-PCR masyarakat. Bio Farma dan Fakultas Kedokteran Unpad akan melakukan uji klinis vaksin Covid-19 di Bandung awal Agustus 2020. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta -Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menyebut vaksin Covid-19 ditargetkan mulai tersedia sebelum akhir tahun atau pada September hingga November 2020.

    “Mudah-mudahan sebelum akhir tahun, September, Oktober, November bisa mulai menyediakan vaksin sehingga awal tahun depan bisa bekerja normal bertahap dan ekonomi membaik,” kata Ketua Tim Asistensi Menko Bidang Perekonomian Tirta Hidayat dalam webinar di Jakarta, Selasa, 28 Juli 2020.

    Menurut dia, penyediaan vaksin dari sejumlah produsen merupakan solusi utama agar ekonomi bisa berjalan normal kembali sekaligus untuk menghentikan penyebaran Covid-19.

    Ia menambahkan vaksin harus tersedia dalam jumlah yang banyak dan dalam waktu yang singkat misalnya 10 juta vaksin dalam sebulan.

    “Sebulan kalau mau vaksin 200 juta penduduk itu 20 bulan, kan terlalu lama dan vaksin tidak cukup sekali,” katanya.

    Saat ini, penanganan Covid-19 berada dalam satu komite yakni Komite Penganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang berada di bawah koordinasi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

    Menko Airlangga Hartarto menjadi ketua komite tersebut dengan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 dan Satuan Tugas PEN.

    Airlangga sebelumnya mengungkapkan Indonesia membutuhkan 340 juta ampul vaksin untuk 170 juta jiwa dengan asumsi setiap orang mendapatkan dua ampul.

    Saat ini, pengembangan vaksin di Tanah Air salah satunya dilakukan oleh BUMN Farmasi, Bio Farma dengan Sinovac Biotech dari Cina.

    Kerja sama ini rencananya memasuki tahap pengujian sampel kandidat vaksin yakni uji klinik tahap III.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Selama 4 Bulan Ada Bantuan Tunai untuk Pegawai Bergaji di Bawah Rp 5 Juta

    Pemerintah memberikan bantuan tunai bagi pekerja bergaji di bawah Rp 5 juta selama 4 bulan. Menteri BUMN Erick Tohir mengatakan hal itu demi ekonomi.