Chatib Basri Ungkap Alasan Indonesia Sulit Terapkan Lockdown

M. Chatib Basri. ANTARA/Fanny Octavianus

TEMPO.CO, Jakarta – Mantan Menteri Keuangan Chatib Basri mengungkapkan alasan Indonesia sulit menerapkan kebijakan lockdown atau pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Dia mengatakan, jaminan sosial negara belum cukup untuk mengakomodasi kebutuhan seluruh masyarakat.

“Kalau meminta orang tinggal di rumah, kita harus bayar mereka. Itu yang menjelaskan kenapa India, Meksiko, Indonesia sulit melakukan PSBB atau lockdown karena jaminan sosial kita enggak cukup,” kata Chatib dalam diskusi virtual dengan Bisnis Indonesia, Selasa, 28 Juli 2020.

Dia menyebut, kondisi Indonesia berbeda dengan Swedia yang pemerintahnya mampu mencukupi jaminan sosial bagi semua penduduk negara itu sebelum memutuskan lockdown. Di sisi lain, ia memandang kebijakan lockdown menimbulkan bias, khususnya bagi kelompok menengah atas.

Menurut dia, masyarakat yang bisa tinggal di rumah tanpa beraktivitas di luar ruangan adalah mereka yang memiliki tabungan. “Mereka bisa memutuskan tinggal di rumah untuk menghindari wabah atau bekerja atau beraktivitas,” tuturnya.

Sedangkan masyakarat yang berada di level ekonomi bawah tidak memiliki pilihan lain kecuali bekerja. Hal ini tercermin dari pemulihan sektor ekonomi yang lebih dulu bergeliat, yakni pasar-pasar tradisional. Namun, kata dia, protokol kesehatan sulit diterapkan sehingga memungkinkan munculnya klaster-klaster Covid-19 yang baru.

Sementara itu, sektor industri besar atau jasa, seperti penerbangan dan hotel, akan lebih lama pulih. Chatib memperkirakan kalau industri itu tidak mampu bertahan, mereka akan tutup pada enam bulan mendatang. “Karena lebih murah menutup (usaha) daripada bertahan,” ujarnya.

FRANCISCA CHRISTY ROSANA






Diprotes Warganya, Bagaimana Kebijakan Zero Covid-19 di Cina Berjalan?

1 hari lalu

Diprotes Warganya, Bagaimana Kebijakan Zero Covid-19 di Cina Berjalan?

Kebijakan zero COVID-19 Cina adalah upaya untuk mencegah penyebaran komunitas dari virus corona. Tujuannya adalah untuk menjaga kasus mendekati nol.


Produksi Mazda di Jepang Diklaim Aman Meski Ada Penguncian Covid-19 di Cina

1 hari lalu

Produksi Mazda di Jepang Diklaim Aman Meski Ada Penguncian Covid-19 di Cina

Mazda mengklaim telah memiliki persediaan suku cadang yang cukup dalam beberapa bulan ke depan.


Saat Pejabat China Diam Tercengang Ditanya Protes Covid-19

1 hari lalu

Saat Pejabat China Diam Tercengang Ditanya Protes Covid-19

Pejabat China tercengang saat ditanya oleh wartawan mengenai protes mandat ketat nol-Covid di negara itu.


China Semangat Lockdown, Dampaknya dari Demonstrasi sampai 20 Ribu Buruh Mundur

1 hari lalu

China Semangat Lockdown, Dampaknya dari Demonstrasi sampai 20 Ribu Buruh Mundur

Pemerintah China semakin banyak memberlakukan lockdown di kota-kota karena antisipasi penyebaran Covid-19. Protes anti-lockdown terus berlangsung.


Sejumlah Negara Mendukung Unjuk Rasa Menolak Lockdown di Cina

2 hari lalu

Sejumlah Negara Mendukung Unjuk Rasa Menolak Lockdown di Cina

Inggris mengatakan Cina harus mau mendengarkan suara rakyatnya sendiri. Warga Cina mencoba mengatakan mereka tidak senang dengan aturan Covid-19.


Kasus Harian Covid-19 di Cina Melonjak, Lockdown di Mana-mana

6 hari lalu

Kasus Harian Covid-19 di Cina Melonjak, Lockdown di Mana-mana

Kota-kota di Cina semakin banyak yang memberlakukan lockdown lokal menyusul naiknya kasus harian positif Covid-19 yang sampai lebih dari 30 ribu kasus


Kasus Covid-19 di Cina Naik, Aturan Diperketat

9 hari lalu

Kasus Covid-19 di Cina Naik, Aturan Diperketat

Kenaikan kasus Covid-19 di Cina membuat Pemerintah melakukan lockdown dan tes massal virus corona.


Luhut Soal Target Pendapatan per Kapita Tembus USD 10 Ribu pada 2030: Menurut Saya, Bisa Lebih

21 hari lalu

Luhut Soal Target Pendapatan per Kapita Tembus USD 10 Ribu pada 2030: Menurut Saya, Bisa Lebih

Luhut yakin visi Indonesia pada 2045 menjadi negara maju dengan pendapatan per kapita yang tinggi sangat mungkin tercapai. Bagaimana caranya?


Warga Guangzhou Tes Massal Virus Corona

22 hari lalu

Warga Guangzhou Tes Massal Virus Corona

Jutaan warga Guangzhou pada Rabu, 9 November 2022, melakukan tes massal virus corona menyusul lonjakan kasus Covid-19 di Kota itu


3 Cara Berantas Wabah Ala Umar Bin Khattab, Mirip Penanganan Wabah Corona

24 hari lalu

3 Cara Berantas Wabah Ala Umar Bin Khattab, Mirip Penanganan Wabah Corona

Ini kesamaan penanganan wabah yang dilakukan Umar bin Khattab dengan cara negara melawan wabah corona.