Kutip Lembaga Global, Jokowi Sebut Pemulihan Ekonomi RI Tercepat Setelah Cina

Reporter

Presiden Joko Widodo alias Jokowi (tengah) didampingi Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Nasional Percepatan Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito (kiri) dan anggota Dewi Nur Aisyah menyampaikan keterangan pers di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu, 24 Juni 2020. Pada saat wabah flu burung melanda beberapa tahun silam, Wiku menjadi anggota panel ahli di Komisi Nasional Pengendalian Flu Burung. ANTARA/Sigid Kurniawan/POOL

TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengutip lembaga keuangan global mengatakan bahwa pemulihan ekonomi Indonesia pasca-pandemi Covid-19 diproyeksikan tercepat setelah Cina.

"Indonesia juga diproyeksikan masuk ke kelompok dengan pemulihan ekonomi tercepat setelah Tiongkok. Kalau proyeksi ini benar, saya kira patut kita syukuri," kata Presiden di Istana Kepresidenan Bogor, Selasa, 28 Juli 2020.

Dia menyampaikan hal tersebut dalam rapat terbatas dengan topik "Rancangan Postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun 2021" yang dilakukan secara virtual.

Meski diprediksi ekonomi Indonesia dapat pulih dengan cepat, Presiden tetap meminta agar waspada. "Namun kita tetap harus waspada, kemungkinan dan antisipasi kita terhadap resiko terjadinya gelombang kedua, second wave, dan masih berlanjutnya sekali lagi ketidakpastian ekonomi global di tahun 2021," ujarnya.

Presiden mengingatkan bahwa situasi ekonomi global berkembang sangat dinamis penuh dengan ketidakpastian.

"Beberapa lembaga keuangan dunia juga selalu merevisi prediksi-prediksi atas pertumbuhan ekonomi global di tahun 2020 maupun perkiraan di 2021, artinya sekali lagi masih dengan penuh dengan ketidakpastian," ungkapnya.

Presiden misalnya mengutip tiga lembaga keuangan global yaitu Dana Moneter Internasional (IMF), Bank Dunia dan Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) mengenai prediksi perekonomian dunia akan mulai tumbuh positif pada 2021.

"Bahkan IMF memperkirakan ekonomi dunia akan tumbuh 5,4 persen, ini sebuah perkiraan yang sangat tinggi menurut saya. Bank dunia 4,2 persen, OECD 2,8-5,2 persen. Saya kira kalau perkiraan ini betul, kita akan berada pada posisi ekonomi yang juga mestinya itu di atas pertumbuhan ekonomi dunia," ungkap Presiden.

Padahal lembaga-lembaga itu sebelumnya menyatakan pertumbuhan ekonomi global pada 2020 akan selalu minus. IMF memprediksi  minus 2,5 persen, Bank Dunia menyatakan akan tumbuh minus 5 persen sedangkan Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) menilai pertumbuhan ekonomi akan minus 6-7,6 persen.

Dia pun meminta agar angka-angka indikator ekonomi makro dikalkulasi dengan cermat dan hati-hati optimis. "Harus optimis, tapi juga harus realistis dengan pertimbangkan kondisi dan proyeksi terkini. Kita juga harus memastikan prioritas untuk 2021 dan juga pelebaran defisit untuk APBN 2021 yang difokuskan dalam rangka pembiayaan kegiatan percepatan pemulihan ekonomi dan sekaligus penguatan transformasi di berbagai sektor," ucap Jokowi.

Sektor-sektor itu terutama reformasi di bidang kesehatan, reformasi pangan, energi, pendidikan dan juga percepatan transformasi digital.

ANTARA






Respon Kritik PDIP, Relawan Jokowi Sebut Acara Nusantara Bersatu sebagai Bentuk Syukuran

20 menit lalu

Respon Kritik PDIP, Relawan Jokowi Sebut Acara Nusantara Bersatu sebagai Bentuk Syukuran

Relawan Jokowi menilai acara Nusantara Bersatu sebagai sebuah teks yang bisa ditafsirkan siapa saja. Merespon kritikan Sekjen PDIP Hasto Kristyanto.


Amerika Tambah Daftar Produk Perusahaan Teknologi Terlarang Asal Cina

2 jam lalu

Amerika Tambah Daftar Produk Perusahaan Teknologi Terlarang Asal Cina

Produk-produk yang dimaksud dilarang masuk wilayah perbatasan Amerika. Bukan hanya Huawei.


Politikus PDIP Sebut Jokowi Terpaksa Hadiri Acara Nusantara Bersatu

3 jam lalu

Politikus PDIP Sebut Jokowi Terpaksa Hadiri Acara Nusantara Bersatu

Politikus PDIP Deddy Sitorus menilai Presiden Jokowi dijebak untuk hadir pada acara Nusantara Bersatu di Stadion GBK Sabtu kemarin.


Dukungan Dinas LH DKI Pada Acara Relawan Jokowi di GBK: Toilet Portable, Pasukan Oranye Hingga Street Sweeper

4 jam lalu

Dukungan Dinas LH DKI Pada Acara Relawan Jokowi di GBK: Toilet Portable, Pasukan Oranye Hingga Street Sweeper

Dinas Lingkungan Hidup DKI menyediakan puluhan toilet portable hingga 14 unit street sweeper untuk menunjang acara relawan Jokowi di GBK.


Sekjen PDIP Sebut Acara Nusantara Bersatu Kerdilkan Jokowi

4 jam lalu

Sekjen PDIP Sebut Acara Nusantara Bersatu Kerdilkan Jokowi

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengkritik acara Nusantara Bersatu yang digelar para relawan Jokowi di GBK kemarin.


Survei SMRC: Ganjar Pranowo Terus Ungguli Prabowo Subianto dan Anies Baswedan, Pilpres 2024 Berpotensi 2 Putaran

5 jam lalu

Survei SMRC: Ganjar Pranowo Terus Ungguli Prabowo Subianto dan Anies Baswedan, Pilpres 2024 Berpotensi 2 Putaran

Hasil survei terbaru SMRC menunjukkan Ganjar Pranowo kembali mengungguli Prabowo Subianto dan Anies Baswedan jika Pilpres 2024 dilakukan saat ini.


Jokowi Beri Dukungan Capres Berambut Putih Mengarah ke Ganjar, Begini Reaksi Gerindra

8 jam lalu

Jokowi Beri Dukungan Capres Berambut Putih Mengarah ke Ganjar, Begini Reaksi Gerindra

Presiden Jokowi kembali memberikan sinyal dukungan kepada capres. Kali ini, ia hanya menyebut capres yang dimaksud berambut putih dan berkeriput


Top Nasional: Presiden Tanggapi Teriakan Jokowi 3 Periode, Komitmen Kapolri Usut Kasus Ismail Bolong

12 jam lalu

Top Nasional: Presiden Tanggapi Teriakan Jokowi 3 Periode, Komitmen Kapolri Usut Kasus Ismail Bolong

Presiden Jokowi menanggapi teriakan dari para relawan soal Jokowi 3 periode pada acara Nusantara Bersatu di Stadion Gelora Bung Karno.


Dinas LH DKI Berhasil Kumpulkan 31 Ton Sampah dari Acara Relawan Jokowi di GBK

13 jam lalu

Dinas LH DKI Berhasil Kumpulkan 31 Ton Sampah dari Acara Relawan Jokowi di GBK

Dinas LH DKI menurunkan 500 personel pasukan oranye dan truk serta mobil street sweeper untuk membersihkan sampah di acara relawan Jokowi.


Soal Surpres Calon Panglima TNI, Anggota Komisi I DPR: Kita Tunggu Ya

22 jam lalu

Soal Surpres Calon Panglima TNI, Anggota Komisi I DPR: Kita Tunggu Ya

Dave belum bisa memastikan kapan Surpres calon Panglima TNI pengganti Andika Perkasa dikirim oleh Istana ke DPR.