Trending Bisnis: Dari Antisipasi Ancaman Resesi hingga Rekor Harga Emas

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menjawab pertanyaan wartawan terkait peluncuran situs resmi Kartu Prakerja di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat 20 Maret 2020. Pemerintah resmi meluncurkan situs Kartu Prakerja yang diharapkan dapat membantu tenaga kerja yang terdampak COVID-19 untuk meningkatkan keterampilan melalu berbagai jenis pelatihan secara daring yang dapat dipilih sesuai minat masing-masing pekerja. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

    Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menjawab pertanyaan wartawan terkait peluncuran situs resmi Kartu Prakerja di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat 20 Maret 2020. Pemerintah resmi meluncurkan situs Kartu Prakerja yang diharapkan dapat membantu tenaga kerja yang terdampak COVID-19 untuk meningkatkan keterampilan melalu berbagai jenis pelatihan secara daring yang dapat dipilih sesuai minat masing-masing pekerja. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

    TEMPO.CO, Jakarta -Berita trending ekonomi dan bisnis sepanjang Senin, 27 Juli 2020, dimulai dari rencana pemerintah mendorong pemulihan ekonomi kuartal tiga dan empat 2020 untuk menghadapi ancaman resesi hingga harga emas mencapai rekor tertinggi sepanjang masa.

    Selain itu ada berita tentang empat jurus pemerintah perluas bantuan sosial atau bansos dan PT Kereta Api Indonesia (Persero) menggelar promo angkutan jarak jauh sebesar 25 persen dengan kapasitas terbatas. Sedikitnya ada lima topik tersebut paling banyak menyedot perhatian pembaca di kanal Bisnis kemarin.

    Berikut lima berita bisnis yang trending sepanjang Senin:

    1. Hadapi Ancaman Resesi Ekonomi, Pemerintah Bakal Belanja Besar-besaran

    Pemerintah bersiap untuk melakukan langkah extraordinary untuk mendorong pemulihan ekonomi kuartal tiga dan empat 2020. Dengan belanja pemerintah secara besar-besaran ini diharapkan pemerintah bisa menghadapi ancaman resesi yang bakal datang.

    "Sehingga permintaan dalam negeri meningkat dan dunia usaha tergerak untuk berinvestasi," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers penempatan dana di Bank Pembangunan Daerah (BPD) di Jakarta, Senin, 27 Juli 2020.

    Dengan cara ini, kata Airlangga, maka kontraksi ekonomi akibat efek domino Covid-19 bisa diredam. Sebab, Indonesia kini tengah berjuang agar tidak masuk ke jurang resesi ekonomi. Beberapa negara sudah masuk resesi, seperti Singapura dan Korea Selatan.

    Beberapa waktu lalu, Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Febrio Nathan Kacaribu juga menyampaikan hal serupa. Menurut dia, Kemenkeu selama ini terbiasa dengan mindest menggunakan anggaran secara hemat.

    Tapi di masa Covid-19 ini, paradigma ini harus berubah total. Saat ini, anggaran justru harus dibelanjakan sebanyak-banyaknya. "Terjadi perubahan mindset di Kemenkeu," kata Febrio pada 24 Juli 2020.

    Berbagai cara dilakukan pemerintah. Salah satunya hari ini dengan menempatkan dana pemerintah sebesar Rp 11,5 triliun di tujuh Bank Pembangunan Daerah (BPD). Sebelumnya, dana Rp 30 triliun juga ditempatkan di empat Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).

    Baca berita selengkapnya di sini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.