Kasus Jouska, Investor Jangan Terlena Tawaran Keuntungan Instan

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi investasi. Shutterstock

    Ilustrasi investasi. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Merebaknya kasus Jouska belakangan ini tak sedikit membuat masyarakat khususnya para investor pemula gamang. Mereka yang tadinya siap terjun berinvestasi jadi berpikir ulang untuk merealisasikannya.

    Sebelumnya diberitakan perusahaan jasa perencanaan keuangan, PT Jouska Finansial Indonesia (Jouska), tengah menjadi sorotan warganet. Pasalnya, beberapa nasabah mengklaim terjadi kerugian investasi hingga kehilangan uang puluhan juta. Pengelolaan dana yang tidak sesuai dengan kesepakatan sehingga menimbulkan kerugian dituding menjadi akar persoalan ini.

    Dari layanan jejaring sosial Twitter, misalnya, sebagian besar isi cuitan tersebut membahas tentang kerugian investasi yang dia dialami seorang klien Jouska. Ada yang mengaku mengalami minus hingga 70 persen, ada yang menyatakan minus hingga Rp 60 juta. 

    Perencana keuangan Finansia Consulting Eko Endarto memberikan tips para milenial untuk mengenali financial planner atau perencana keuangan. Financial planner memang bertugas membantu kliennya untuk mencapai tujuan keuangan, termasuk dalam investasi.

    Tak hanya investasi, kata dia, financial planner juga menangani permasalahan utang, pajak dan waris. "Jadi investasi hanya bagian dari suatu perencanaan keuangan," ujarnya ketika dihubungi, Ahad 26 Juli 2020. Meski begitu, financial planner memiliki kode etik karena tergabung dalam asosiasi, lembaga dan juga memegang sertifikasi profesi

    Sebelumnya, Satgas Waspada Investasi menghentikan kegiatan PT Jouska Finansial Indonesia setelah laporan masyarakat yang merasa dirugikan dengan layanan perencanaan dan konsultasi keuangan perusahaan tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Catatan Vaksin Sputnik V Buatan Rusia untuk Hadapi Wabah Virus Corona

    Vladimir Putin umumkan penakluk wabah virus corona berupa Vaksin Sputnik V. Penangkal Covid-19 itu memicu kritik karena prosesnya dianggap sembrono.